Category Archives: Mikrobiologi Farmasi

Pharmaceutical Microbiology – Microbial Growth

Mikroorganisme sebagai salah satu makhluk hidup jg ngalamin yg namanya pertumbuhan. Apasih pertumbuhan itu?

Pertumbuhan merupakan pertambahan teratur semua komponen suatu organisme.

Pertumbuhan mikroorganisme lebih ditunjukkan oleh peningkatan jumlah mikroorganisme dan bukan peningkatan ukuran.

Fase pertumbuhan Mikroorganisme

Fase pertumbuhan mikroorganisme dapat dibedakan menjadi 4: fase lag, fase log, fase stasioner dan fase kematian.

1. Fase Lag

Cirinya adalah tidak adanya peningkatan jumlah sel, hanya peningkatan ukuran sel. Lama fase lag tergantung pada kondisi dan jumlah awal mikroorganisme dan media pertumbuhan.

Dalam produksi, fase lag tidak boleh terlalu lama karena memerlukan biaya mahal. supaya tidak terlalu lama maka nutrisi dan genetiknya harus baik.

2. Fase log (fase eksponensial)

Fase dimana mikroorganisme tumbuh dan membelah pada kecepatan maksimum. Penambahan jumlah sel baru terjadi dengan laju konstan dan massa yang bertambah secara eksponensial.

Pada fase inilah terbentuk metabolit primer

3. Fase stasioner

Jumlah mikroorganisme yang membelah dan sel yang mati seimbang. Pada fase ini terjadi akumulasi produk buangan yg toksik.

Pada fase inilah terbentuk metabolit sekunder (misalnya antibiotik)

4. Fase kematian

Jumlah sel yg mati menngkat. karena nutrisi habis dan akumulasi produk buangan yg toksik

Pengukuran Pertumbuhan mikroorganisme

1. Direct microscopic count

Menggunakan mikroskop dan menghitung jumlah semua sel. Dalam teknik ini tidak dapat dibedakan jumlah sel yg hidup dan yg mati

2. Viable count

Mikroba ditaruh di nutrien agar dan dihitung jumlah koloni yang tumbuh. Dalam metode ini yang diukur hanya bakteri yg hidup saja, caranya dilakukan dengan pengenceran agar mempermudah penelitian

3. Dry weight determination

Metode ini mudah dilakukan namun tidak bisa membedakan sel yg hidup atau mati. Kenapa? karena pada metode ini dilakukan dengan:

sel dipisahkan dari media -> dihitung sebagai berat kotor -> cuci, keringkan (dipanaskan hingga 100 derajat) -> timbang beberapa kali hingga beratnya konstan (berat sel kering)

4. Turbidity

Dilakukan dengan mengukur kekeruhan bakteri pada media cair menggunakan spektrofotometer atau kolorimeter. Mudah, namun tidak bisa membedakan sel yg hidup dan sel yg mati.

Pengaruh faktor Lingkungan pada Pertumbuhan

Faktor Fisik

1. Temperatur

Temperatur menentukan aktifitas enzim. Pada temperatur yg terlalu tinggi akan menyebabkan denaturasi protein sedangkan pada temperatur rendah aktivitas enzim akan terhenti. sehingga diperlukan temperatur optimal dimana akan terjadi kecepatan pertumbuhan optimal dan dihasilkan jumlah sel yg maksimal

Mikroorganisme sendiri memiliki temperatur optimum yg berbeda2. Mereka sendiri memiliki habitat hidup yg berbeda. Misalnya hyperthermophiles (hidup di lingkungan tinggi suhu optimum 80-113 C), psychrophiles (hidup di daerah temperatur rendah), acidophiles (hidup di lingkungan asam), alkaliphiles (hidup di lingkungan basa), halophiles (hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi, ex air laut).

2. pH

Peningkatan dan penurunan konsenstrasi ion hidrogen dapat menyebabkan ionisasi gugus2 dlm protein, amino dan karboksilat. Karenanya dapat menyebabkan denaturasi protein yg mengganggu pertumbuhan sel.

pH optimal untuk masing2 organisme berbeda2:

  • asidofil    : 1,0 – 5,5
  • neutrofil : 5,5 – 8,5
  • alkalofil  : 8,5 – 11,5

3. Tekanan osposis

Tekanan osmosis merupakan tendensi untuk difusi air dari konsentrasi solut rendah (hipotonik) ke konsentrasi solut rendah (hipertronik).

Jika sel diletakkan dalam kondisi hipotonik, maka akan terjadi perpindahan air dari luar sel ke dalam sel. Sedangkan bila sel diletakkan pada kondisi larutan hipertonik maka air akan keluar dari dalam sel mikroorganisme sehingga membran plasma mengkerut dan lepas dari dinding sel.

4. Oksigen

Beberapa organisme membutuhkan O2 untuk hidup (aerob). Sedangkan ada yg terhambat pertumbuhannya karena O2 (anaerob).

Faktor Kimia

1. Nutrisi

Diperlukan untuk biosintesis dan pembentukan energi. Berdasarkan kebutuhannya dibagi menjadi 2:

  • makroelemen: dibutuhkan dalam jumlah banyak (C, H, O, N, S, O, K, Ca, Mg, Fe)
  • mikroelemen: dibutuhkan dalam jumlah sedikit (Mn, Zn, Co, Mo, Ni dan Cu)

selain itu dibutuhkan pula faktor pertumbuhan / growth factor yang diperlukan oleh sel namun tidak dapat disintesis oleh sel tersebut. Misalnya vitamin, asam amino, purin dan pirimidin

2. Media kultur


Media kultur merupakan nutrisi yg digunakan untuk pertumbuhan mikroorganisme di laboratorium.

Media sendiri ada media padat dan media cair. Pemilihan media sangat penting untuk mikroorganisme. Karena setiap media memiliki kandungan nutrisi yg berbeda2 dan mikroorganisme juga butuh nutrisi yg berbeda2.

 

Pharmaceutical Microbiology – Improvement of Metabolites Production

Improvement of metabolites production

Primary metabolites

Metabolit primer adalah suatu metabolit atau molekul yg merupakan produk akhir atau produk antara dalam proses metabolisme makhluk hidup. Fungsinya esensial bagi kelangsungan hidup organsime tersebut. contohnya : protein, lemak, karbohidrat

Karena sifatnya yg esensial bagi kelangsungan hidup, metabolisme primer (proses penghasil metabolit primer) terjadi pada semua makhluk hidup.  Ciri2 metabolit primer:

  1. Terbentuk melalui metabolisme primer
  2. Memiliki fungsi esensial dan jelas bagi kelangsungan hidup organisme tsb
  3. Sering berhubungan dengan pertumbuhan organisme penghasilnya
  4. Bersifat tidak spesifik karena ada pada hampir semua makhluk hidup
  5. Dibuat, lalu disimpan secara intraseluler
  6. Dibuat dalam jumlah yang cukup banyak

Secondary metabolites

Metabolit sekunder adalah hasil metabolisme yang tidak terlibat dalam pertumbuhan organisme tersebut. Biasanya diproduksi setelah fase pertumbuhan lengkap dan memasuki fase stasioner

Ciri2 metabolit sekunder:

  1. Dibuat melalui metabolisme sekunder
  2. Diproduksi selama fase stasioner
  3. Dibuat dan disimpan ekstraseluler
  4. Hanya dibuat oleh spesies tertentu dalam jumlah terbatas

Biosynthesis pathway

Untuk mengontrol biosintesisnya, biasanya dilakukan kontrol dengan feedback control. Baik feedback inhibition, reedback repression dan pengaturan lainnya.

  • Feedback Inhibition : Produk akhir menghambat aktifitas dari enzim yg mengkatalisis salah satu reaksi (biasanya reaksi pertama). Efeknya cepat
  • Feedback repression : Produk akhirnya menghambat sintesis dari enzim dalam proses tersebut. Bisa satu enzim, atau menghambat beberapa enzim bahkan semua enzim. Efeknya lambat

Mekanisme penghambatan atau pengendalian aktivitas metabolik mikroorganisme bisa pake salah satu mekanisme maupun keduanya. Nah kalo jalurnya g bercabang, biasanya pengaturannya relatif mudah daripada yg jalurnya bercabang. Kalo jalurnya bercabang ada beberapa pengendalian:

  • Multivalent/concerted feedback control : Karena bercabang hasil akhirnya lebih dari 1 kan? Nah apabila terjadi kelebihan dari semua hasil produk, enzim pertama yg terdapat di jalur biosintesis akan diinhibisi atau direpresi
  • Cooperative feedback control : Hampir sama kaya multivalen. Kontrol ini terjadi saat kelebihan semua hasil akhir akan mengakibatkan represi atau inhibisi sinergis. Kalo kelebihan salah sat hasil saja, kan cabang satunya berlebih, sehingga hasilnya kan berlebih juga. Karenanya terjadi aksi penghambatan pada jalur antara (cabang) pada jalur berlebih dan disesuaikan dengan produk yg diperlukan
  • Cumulative Feedback control : setiap hasil akhir produk akan menghambat enzim pertama dengan presentase tertentu. MIsalnya produk 1 mengurangi 50% aktivitas enzim pertama
  • Sequential feedback control : Jalur metabolisme awal akan dihambat oleh prodk yg dihasilkan sebelum reaksi mengalami percabangan. Lalu masing2 cabang dihambat oleh produk akhir masing2
  • Pengendalian Isoenzim : Isoenzim sendiri merupakan enzim yg mengkatalisis reaksi yg sama tapi beda dalam kontrolnya. Sehingga apabila dalam salah satu reaksi dikatalisis oleh lebih dari satu isoenzim, maka isoenzim yg berbeda tsb akan diatur oleh hasil akhir yg berbeda. Sedangkan pada jalur yg dikatalisis oleh hanya satu enzim, maka penghambatan disebabkan oleh seluruh produk akhir.

Strategies for improving metabolites production

Fact:

Pada mikroorganisme normal, hasil produk disintesis dengan jumlah yang tidak lebih besar dari jumlah yg diperlukan untuk tumbuh. Sedangkan pada industri atau produksi, produk metabolisme diperlukan dalam jumlah yg lebih besar daripada jumlah biasa yg digunakan untuk pertumbuhan

What should we do then?

Untuk meningkatkan produksi metabolit mikroorganisme dilakukan dengan memodifikasi mekanisme pengendalin. Caranya:

1. Mengisolasi mikroorganisme mutan yang tidak menghasilkan hasil akhir yang bersifat inhibitor atau represor umpan balik (auxotrophic mutant).

Misalnya produksi lisin

Dalam biosintesis lysin secara normal, ada namanya enzim homoserin dehidrogenase yang mengkatalisis produksi treonin (treonin dan lysin ada di cabang yg beda.. maaf g nemu gambarnya :( ). Pada mutan Corynebacterium glutamicum bakteri ini kekurangan hormon ini. Sehingga cabang ke treonin kan berkurang, dan produksi ke cabang lysin meningkat. Nah selain itu biasanya kan kalo kelebihan lysin dia akan menginhibisi terhadap enzim dihidripirokinat sintetase dan dihidropikolinat reduktase yang ada di awal cabang biosintesisnya. Tp di muta tsb g terjadi itu.

2. Memanipulasi enzim2 pengatur sehingga tidak lagi mengenali metabolit yg bersifat inhibitor atau represor

3. Memodifikasi permeabilitas dinding sel mikroorganisme

Misalnya pengaturan permeabilitas dinding sel C. glutamicum dengan level biotin. Bila biotin rendah maka dinding sel tidak terbentuk sempurna. Sehingga hasil asam glutamat akan dieksresikan keluar sel melalui membran. Atau bisa juga dikasih antibiotik sehingga sintesis membrannya tidak sempurna.

Pharmaceutical Microbiology – Bacteria

Seperti yg udah disinggung di posting sebelumnya kalo menurut Carl R. Woese mikrobiologi dibagi menjadi 3 domain: bakteri, archaea dan eukarya. menurutnya bakteri dan archaea hampir serupa secara morfologi namun harus dipisahkan menjadi domain berbeda.

Bacteria

Characteristics:

  1. Kelompok terbesar dalam mikroorganisme
  2. Berbentuk cocci (bulat), bacilli (batang atau silinder), spiral
  3. Dinding sel memiliki lapisan peptidoglikan
  4. Banyak bakteri yang selnya dikelilingi kapsul atau lapisan berlendir yang terdiri dari rantai polisakarida atau protein. Gunanya? untuk melindungi dari makrofag pada sel2 eukariot yg bisa ngunyah bakteri dan sebagai antigen
  5. Punya pili dari protein yg berfungsi untuk mentransfer material genetik pada konjugasi
  6. Flagella untuk pergerakan

Structure of a single Bacteria

1. Membran plama ( Inner membrane ) : struktur tipis di sebelah dalam dinding sel, tersusun atas double layer fosfolipid. Membran plasma merupakan tempat aksi beberapa agen antimikroba. 

2. Flagela : Filamen yg mencuat dari sel bakteri, fungsinya untuk pergerakan bakteri. Gerakan flagela memungkinkan bakteri mendekati atau menjauhi stimulus. Ada beberapa macam flagel berdasarkan jumlah dan letaknya.

  • Atrikus : bakteri yg tidak punya flagela
  • Monotrikus : punya 1 flagela
  • Lofotrikus : 1 / lebih flagela pada satu ujung sel
  • Amfitrikus : sekelompok flagela pada masing2 ujung sel
  • Peritrikus : Flagela di seluruh permukaan sel

3. Fimbria : Tersusun dari lektin yg terikat pada residu gula khusus pada polisakarida permukaan sel. Umumnya tersebar di permukaan sel. Karena sifatnya yg bisa mengenali residu polisakarida pada permukaan sel, bakteri2 yg punya fimbria cenderung melekat 1 sama lain

4. Pili : Secara morfologis hampir sama kayak fimbria, tp lebih panjang. Fungsinya untuk transfer DNA dari 1 bakteri ke bakteri lain saat konjugasi. Sering kali disebut pili seks.

5. Dinding sel : Terdapat di luar sel untuk melindungi sel juga penentu bentuk sel. Dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan (nama lainnya murein) yang terdiri dari N-acetylglucosamin (NAG) dan N-acetylmuramic acid (NAM). Kalo di bakteri gram positif lapisan peptidoglikan ini tebal an kaku, sedangkan di bakteri gram negatif hanya aa 1 atau beberapa lapisan peptidoglikan.

 

Endospora


Dalam kondisi yg tidak menguntungkan, beberapa bakteri dapat membentuk endospora. Hanya terdapat 2 genus bakteri yg penting dalam pembentukan endospora dalam dunia kesehatan yaitu Bacillus dan Clostridium.
Dengan membentuk spora saat kondisi g mendukung ini mereka tahan terhadap panas, kekeringan dan bahan kimia. Karena saat membentuk endospora mempunyai dinding sel yang tebal dan lapisan tambahan.

Saat kondisi udah cukup baik, maka endospora akan berkecambah jadi bakteri lagi yg berkembang biak dengan cara normal.

Classification of bacteria

Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan bakteri:

1. Berdasar bentuk sel : dibedakan ada yg bulat (coccus), batang atau silinder (bacillus) dan spiral

2. Bedasarkan cell grouping : bakteri2 kan biasanya g hidup sendiri. Nah pada klasifikasi ini bakteri dibedakan seberapa banyak “pasangan hidupnya”, yaitu :

3. Berdasarkan kemampuan menyerap pewarna tertentu


  • Gram Positif : memiliki lapisan peptidoglikan yang memiliki afinitas tinggi terhadap Crystal violet + iodin. Peptidoglikan yg tebal (di gambar di atas peptidoglikan yg warna biru) itu mencegah kedua zat tsb keluar kembali walau sel udah dicuci pake alkohol atau aseton. Sehingga peptiodglikan kalo dicat pake kedua zat tersebut akan menyebabkan dinding selnya menjadi ungu.

contohnya : Clostridium botulinum, Bacillus cereus, Corynebacterium diphteriae

  • Gram negatif : memiliki lapisan peptidoglikan yg tipis (gambar atas, wana birunya cma selapis) sedangkan bagian luarnya disusun oleh lipopolisakarida (LPS).  Kalo bakteri tipe ini dikasih pewarna Crystal violet + iodin, pewarna tersebut g nempel. Kenapa? Karena pewarna2 tersebut gampang keluar lagi lewat LPS dan lapisan peptidoglikan yg tipis.

Reproduction

1. Pembelahan biner : sifatnya sama seperti bakteri “orang tua”. Dari 1 bakteri jadi 2, trus jadi 4 dst

2. Konjugasi : Terjadi variasi genetik karena terjadi pertukaran materi genetik

    Pharmaceutical microbiology – a brief (?) introduction

    uts trakhir untuk semester 3, yay XD. ok matkul terakhir itu mikrobiologi farmasi. untuk posting yg ini kita bahasa dasar2nya dulu.

    Tahap I: Kenalan dgn Mikrobiologi

    What is microbiology?

    Seperti yang kita tau kalo di dunia ini ada makhluk2 super imut (bentuknya) yg g bisa diliat telanjang mata. Tp matur sembah nuwun sanget marang mas Robert Hooke (1664) yg nemu mikroskop buat pertama hingga kita sekarang bisa mempelajari makhluk2 ini yg hanya bisa diliat pake mikroskop. Jadi apa itu mikrobiologi?

    Mikrobiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang makhluk2 mikroskopik (the science of microscopic organisms)

    Keluarga Mikrobiologi

    Setelah tau ttg mikrobiologi, mari kenalan lebih lanjut ttg beberapa keluarga2 yg termasuk di dalamnya secara singkat:

    1. Virus : makhluk yg pualing kecil. menunjukkan ciri2 seperti makhluk hidup bila berada di dalam sel inang saja. Penyebab banyak penyakit mulai yg familiar ama kita (flu) smpe yg berat (ebola, HIV). 
    2. Bakteri : cepet banget berkembang biak. Penyebab paling banyak dari penyakit. 
    3. Protozoa : kakaknya bakteri dalam hal ukuran (lebih gede maksudnya), biasanya idup di tanah dan air 
    4. Fungi : Ada jamur dan ada juga ragi. 

    Selain pembagian di atas, ada juga pembagian menurut Carl R. Woese usul kalo m.o dibagi 3 domain, yaitu: Archaea, bakteri dan eukariot.

    1. Domain bakteri, ciri2nya:

    • tipe sel prokariot
    • dinding sel punya peptidoglikan
    • sensitif thd antibiotik
    • start codon : formilmetionin

    2. Domain archaea, ciri2nya:

    • tipe sel prokariot
    • dinding sel komposisinya bervariasi, tidak mengandung peptidoglikan
    • tidak sensitif thd antibiotik
    • start codon : metionin
    • umumnya hidup di lingkungan ekstrem dan mekanisme metabolismenya beda.
    • ada 3 kelompok besar : bakteri metanogenik, bakteri halofilik, bakteri termoasidofilik serta ditambah dengan sulbhur dependent bacteria

    3. Domain eukarya, ciri2nya:

    • sesuai namanya tipe selnya eukariot
    • dinding sel komposisinya bervariasi, mengandung karbohidrat
    • start codon : metionin
    • tidak sensitif terhadap antibiotik

    Fact of microbiology

    Sebelum mikrobiologi bener2 dipelajari dan berkembang, penyakit yg diakibatkan mikrobiologi menempati ranking2 pertama yg diderita oleh masyarakat. Pada tahun 1900 influenza dan pneumonia menempati ranking 1 sbg penyakit infeksi yang menyebabkan kematian terbanyak pada masyarakat! Lalu kedua tuberkulosis, ketiga gastroenteritis, baru rangking keempat penyakit jantung, selanjutnya stroke.

    Bagaimana perkembangan 100 tahun kemudian? Pada tahun 2000, trend penyebab kematian terbanyak masyarakat berganti. Kalau sebelumnya mikroorganisme menjadi teror utama masyarakat, lalu bergeser dimana pada tahun tersebut penyebab kematian terbanyak pada masyarakat adalah penyakit jantung di posisi pertama, kanker di posisi kedua sementara penyakit influenza dan pneumonia ada di posisi ke 5.

    Kenapa hal tersebut terjadi? karena sebelum ilmu mikrobiologi yang belum terlalu berkembang, infeksi mikroorganisme merupakan ancaman terbesar bagi manusia. Mudah berkembang biak, kecil dan obatnya belum maju. Kalo sekarang ilmu ini bergerak maju, antibiotik sudah ampuh.

    Tahap II   : Alasan belajar mikrobiologi

    Banyak banget fungsi dari mempelajari mikrobiologi. contohnya:

    1. Mikroorganisme itu terlibat dalam daur ulang elemen2 di alam.

    • Misalnya dalam pengubahan amonia dari nitrogen sehingga bisa digunakan tanaman dan hewan oleh Rhizobium, Bradyrhizobium, Azzolla, Frankia, Azotobacter dll
    • Dalam pelarut fosfat. Fosfat yg g larut di tanah jd larut krn mikroba tsb ngeluarin asam2 organik. misalnya Bacillus, Pseudomonas, Aspergiulls dll

    2.Penanganan limbah

    Kan kadang ada kapal yg g sengaja numpahin minyak bumi ke laut. Nah mikroba bisa difungsikan untuk bersihin itu. Proses bioremediasi ini dilakukan dengan pake mikroba yang mampu tumbuh pada polutan minyak bumi hingga dapat memetabolisasi polutan itu.

    3. Kontrol hama

    Di kubis ada hama yg namanya Crocidolomia binotalis yg dibasmi pake Bacillus thuringiensis. caranya? Si Bacillus thuringiensis ngasilin kristal protein yg bersifat toksik bagi sistem pencernaan serangga tersebut

    4. Pangan

    Lactobacillus bulgaricus pada pembuatan yoghurt. Pemanfaatan Sterptococcus lactis dan Streptococcus cremoris pada pembuatan keju dan mentega. Pembuatan roti dengan bantuan khamir Saccharomyces cerevisiae. Tempe dengan bantuan Rhizopus oryzae dan Rhizopus oligosporus. Kecap dengan bantuan Aspergillus oryzae dan Aspergillus soyae. dan masih banyak lagi

    5. Bioteknologi dan rekayasa genetik

    • Untuk terapi gen misalnya dengan menyisipkan gen yang hilang atau ganti gen yg rusak pada sel manusia pake virus non patogen sebagai pembawa. Misalnya dalam terapi ADA (adenosin deaminase) dan pada pasien dengan defisiensi reseptor LDL.
    • Trus bisa juga untuk bikin vaksin yang dapat dimakan (edible vaccine) dengan merekayasa mikroorganisme dan tanaman tertentu shingga dihasilkan tanaman yg sekaligus mengandung vaksin. (Bayangkan kalo kita bisa bikin mangga yg sekaligus ngandung vaksin wkwkwk)

    6. Farmasi dan kesehatan

    • Sebagai antibiotik, misalnya Penicillium notatum yg menghasilkan antibiotik penisilin
    • Vaksin. Virus nonpatogen / yg dimatikan disuntikkan untuk menstimulasi imunitas
    • Produksi vitamin. Vitamin B12 (kobalamin) dari Pseudomonas dan Propionibacterium. Vitamin B2 (ribovlafin) dari Ashbya gossypii. Vitamin C pake Acetobacter
    • Penghasil enzim. Amilase untuk industri detergen dari Aspergillus. Enzim selulose untuk industri kertas dari Trichoderma viridae. dan enzim protease untuk ngempukin daging dari Aspergillus oryzae

    Tahap III : Jas Merah (jangan sekali2 melupakan sejarah): a history of microbiology

    1664 : Robert Hooke menemukan mikroskop. dengan mikroskopnya, ia mampu melihat ruang2 yg disebut sel.

    Selanjutnya ada percobaan dari Antonie van Leeuwenhoek yang mengembangkan mikroskop, dia ngliat sisa makanan yang nempel di gigi serta air hujan.

    Theory of Spontaneous Generation

    Sampe pertengahan abad ke 19 ilmuwan2 percaya kalo makhluk hidup itu muncul secara tiba2 dari benda tak hidup (abiogenesis). Teori ini disebut generatio spontanea yang didapat dari percobaan dimana belatung muncul dari kaldu atau daging busuk. Soalnya mereka percobannya naruh kaldu dan daging di udara terbuka dan tiba2 muncul belatung.  Tahun 1745 John Needham menemukan kalo setelah kaldu dipanasin & trus didinginin, banyak mikroorganisme di kaldu tersebut. Trus mereka jg percaya kalo ular dan tikus lahir dari tanah lembab. Yang ngikut teori ini para ilmuwan2 dan filsuf jaman dahulu kala misalnya Aristoteles, Needham.

    Redi’s experiment : disapproval of Generatio spontanea on 1864

    Fransesco Redi melakukan percobaan yang menunjukkan kalo belatung bukan dari daging busuk atau kaldu. Di percobaannya, Redi pake 2 buah wadah yg isinya sama2 daging. yg satu dibuka yg satu ditutup rapat. hasilnya? yg dibuka ada mikroorganismenya sedangkan yg ditutup g ada.

    Trus reaksi penganut generatio spontanea gmn? Mereka tetep kukuh kalo teori mereka itu butuh udara segar (menurut saya lalat yg bawa larva belatung :P) . Trus Redi ngalah dan akhirnya dia bikin percobaan lagi. Kali ini tabung g ditutup rapat tp pake kain tipis yang berlubang halus sehingga udara tetep bisa masuk namun lalat g bisa. Hasilnya? Tetep g ada belatung.

    Spallanzani’s experiment

    Hampir sama ama redi, cuma dia pake kaldu yang sebelumnya dipanasin. Prinsipnya sama ada yg ditutup dan ada yang dibuka. Yg ditutup (kalo digambar yg dibawah) jelas g ada belatung dan yg dibuka (gambar atas)  jelas banyak belatung.

    Rudolf Virchow and Louis Pasteur : good bye Generatio spontanea

    What did they do? Pasteur ngelakuin percobaan dengan ngisi botol berleher pendek dengan kaldu lalu dididihkan. Beberapa botol terbuka, beberpa botol dibiarkan terbuka dan kaldunya mendingin sementara beberapa botol lain botolnya langsung ditutup segera setelah kaldu mendidih. Beberapa hari kemudian hasilnya di botol yang tertutup g ada organisme sedangkan yg botolnya terbuka jelas ada mikroorganisme. Trus kalo kaldu yg g ada mikroorganismenya tsb leher botolnya dipecah, beberapa hari kemudian muncul mikroorganisme.

    Tahap IV : Belajar Teori Bibit Penyakit

    Di sini kita bakal belajar yang namanya Postulat Koch. Penemunya Robert Koch pada tahun 1884. Isinya? Postulat koch menetapkan hubungan sebab-akibat antara mikroorganisme dan penyakit. Di percobannya Koch menemukan kalo Bacillus anthracis dalam darah sapi yg mati karena antraks setelah dikulturkan lalu di sutikkan pada sapi sehat, si sapi sehat itu akan sakit antraks juga lalu mati. Kemudian darah dari sapi yang abis mati karena disuntik itu diisolasi ama Koch trus dibandingin ama kultur ama sapi yg sebelumnya. Hasilnya? kultur tersebut berisi bakteri yg sama!

    Isi postulat koch:

    1. Agen penyebab penyakit terdapat pada hewan yang sakit dan tidak terdapat pada hewan yang sehat. (penjelasan: maksudnya kalo bakteri yg nyebabin antraks td ada di sapi yg mati pertama. bukan di sapi lain yg sengaja disuntik bakteri td)
    2. Agen penyebab penyakit dapat diisolasi dan ditumbuhkan dalam suatu kultur murni. (penjelasan: di percobaannya Koch kan ngambil bakteri antraks dari sapi mati lalu ditumbuhkan di kultur dan bakteri tersebut bisa tumbuh di kultur tsb)
    3. Agen penyebab penyakit akan menimbulkan penyakit yang sama saat diinokulasikan pada hewan yang sehat (penjelasan: bakteri antraks dari sapi pertama yg udah ditumbuhkan di kultur lalu disuntikkan ke sapi lain yg sehat. hasilnya? sapi itu sakit yg sama)
    4. Agen penyebab penyakit dapat diisolasi kembali (penjelasan: kan sapi ke 2 yg disuntik ama bakteri antraks sakit lalu mati. trus saat diambil darahnya, si bakteri antraks tsb bisa diisolasi lagi kayak di sapi pertama dulu)

    Tahap V : Ngamatin mikroorganisme

    Mikroskop

    Kan mikroorganisme makhluknya kecil2, bisanya diamatin cuma pake mikroskop. Mikroskop sendiri ada macem2, yg biasa dipake itu mikroskop cahaya : mikroskop yang pake cahaya tampak sebagai sumber cahaya untuk pengamatan spesimen. Jenis lainnya:

    1. Mikroskop medan terang : mikroskop cahaya yg umum digunakan untuk pengamatan mikroorganisme. Latar belakang pengamatan terang
    2. Mikroskop medan gelap   : mikroskop yg digunakan untuk ngamatin mikroorganisme yg tidak bisa diamati pake medan terang. Di mikroskop ini ada kondensor khusus jadi mikroorganismenya akan berwarna putih sementara latar belakangnya gelap
    3. Mikroskop pendar (fluoresen) : menggunakan sinar UV sebagai sumber cahaya. Mikroorganisme diwarnai dengan pewarna khusus dan akan nampak berpendar di bawah mikroskop dengan latar belakang gelap
    4. Mikroskop fase kontras    : untuk mengamati struktur internal mikroba pake sinar X dan berguna untuk nambah kontras saat mengamati spesimen yg transparan
    5. Mikroskop elektron           : untuk mikroba yang ukurannya kurang dari 0,2 mm (ex : virus, struktur internal sel). Sumber cahaya pake berkas elektron dengan panjang gelombang pendek. ada 2 macem TEM (transmission electron microscope) dan SEM (scanning electron microscope). Bedanya TEM akan menghasilkan bayangan 2 dimensi sementara SEM menghasilkan bayangan 3 dimensi. 

    Pengecatan

    Pengecatan merupakan prosedur mewarnai mikroorganime dengan pewarna tertentu yang dapat menonjolkan struktur terntentu dari mikroorganisme yang ingin diamati

    Pewarna (stain) merupakan garam2 yang tersusun atas ion positif dan ion negatif yang salah satunya berwarna, disebut kromofor.

    Pewarna basa (Basic dye)

    Disebut pewarna basa bila kromofor berada di ion positif. Pewarna ini akan terikat pada bakteri karena pada pH 7 bakteri akan bermuatan negatif. Contohnya: crystal violet, methylene blue, malachite green, dan safranin

    Pewarna asam

    Disebut pewarna asam bila kromofor berada di ion negatif. Pewarna ini tidak terikat di sel bakteri karena muatannya bertolak belakang.  contohnya: eosin dan fuchsin acid

    Macam2 pewarnaan

    1. Pewarnaan sederhana (simple stain) : hanya digunakan 1 macam pewarna dan bertujuan mewarnai seluruh sel mikroorganisme shingga bentuk seluler dan struktur dasarnya terlihat. contoh pewarnanya carbol fuchsin dan safranin
    2. Pewarnaan differensial (differential stain) : menggunakan lebih dari satu macam pewarna dan memiliki reaksi yg berbeda untuk setiap bakteri, untuk membedakan bakteri. Yg sering dipake yaitu pewarna Gram untuk membedakan bakteri gram positif dan gram negatif.
    3. Pewarnaan khusus : digunakan untuk mewarnai dan mengisolasi bagian spesifik dari mikroorganisme. Misalnya untuk mewarnai endospora bakteri pake pewarnaan Schaeffer-Fulton dengan malachite green sebagai zat warna utama

    Kalo ada yg salah bilang ya. soalnya ini ngetiknya malem2 udah ngantuk juga jd probabilitas terjadinya kesalahan lebih besar hhe ^^v

     

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 2.640 pengikut lainnya.