Ngintip Farmasi di Korea

My first post in Blog! haha tapi belum ada ide nulis jadi repost dulu dari note yang udah dibikin di facebook :

Alhamdulillah APPS ke 9 di Seoul, Korea Selatan sudah selesai dilaksanakan (sebulan lalu lebih hehe). Nah karenanya disini deni mau berbagi sedikit ilmu yang kami dapat disana baik dari simposium, regional meeting, pharma tour maupun pharmacy exhibition.

Separation of Prescribing and Dispensing di Korea

Sama seperti di Indonesia, umumnya farmasi dinegara-negara Asia Pasifik ingin menunjukkan identitas profesi farmasis lebih dihormati di masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya dibutuhkanpembagian peran yang jelas antara farmasis dengan dokter dan paramedis lainnya.

Di korea sendiri pemisahan antara peran farmasis dan dokter atau SPP (Separation ofPrescribing and Dispensing)  telah berjalan selama 10 tahun! Sementara di Indonesia sendiri, PP No 51 baru lahirtahun 2009.

Kata bapak yg ngasih simposium (dlm bahasa korea yg diterjemahin ke Inggris sama penerjemah). Sama kaya di Indonesia, dalam prakteknya, program tsb g mulus. Dokter tentu tak ingin hak dan penghasilannya sebelum peraturan tersebutberlaku berkurang atau hilang. Katanya para dokter di korea pertamanya protes, trus jalan keluarnya yaitu dengan menaikkan tarif jasa mereka sebagai ganti hilangnya ‘hak’ mereka:

“Doctors won’tlose their income since they will rise the price of prescribing, diagnosis,etc”

Sejujurnya sih aku agak sangsi apakah hal tersebut mampu diterapkan di negara lain (termasuk Indonesia) karena masyarakat mengharapkan pelayanan kesehatan yang baik dengan biaya yang sedikitnya. Selain itu kan malah pasien yang dikorbankankarena harus membayar lebih (pendapat pribadi sih).

Tentuny amasalah ini harus kita pecahkan bersama agar pemisahan tersebut tidak menjadipemisah antara farmasis dan dokter namun justru menjadi jembatan dalam memberipelayanan yang terbaik untuk masyarakat dengan keahliannya masing-masing.Diagnosis & Medication


Kunjungan rumah sakit: Asan Medical Center

Dalam pharma tour, kita dapet kesempatan ngunjungin Asan Medical Center (서울아산병원) yang merupakan rumah sakit terbesar dan terbaik di korea.🙂

Di rumah sakit itu, kita dijelasin kalo para farmasis dibagi dalam tim-tim:

  • Team leader
  • Internship pharmacy
  • consulting professor

Trus di masing-masing gedung ada tim farmasis yang bekerja sesuai pembagian. misalnya di east building unit ada Inpatient Pharmacy, Patient education, Controlled Drug management, ADR monitoring.

farmasis di asan medical center

Di rumah sakit sistemnya si dokter ngasih resep lewat komputer ke bagian farmasis. trus farmasis nyiapin obat dan ada smacam rak2 untuk masing-masing pasien di lingkungannya. nah lalu obat-obat tsb dicek lagi oleh farmasis lain untuk meminimalisir kesalahan. Kalo g salah proses tsb sekitar 15 menit. Trus untuk yang CITO! prosesnya lebih cepet jadi cuma 5 menit doang.

Tp berhubung saya masih belum tau banyak ttg manajemen rumah sakit di Indonesia sendiri jd belum bisa bandingin. hehe

Pharmacy (Apotek)

G jauh beda di Indonesia, apotek banyak bertebaran di korea. Mulai di pinggir jalan gede, dalam mall dan rumah sakit. Tapi ada yg sedikit beda nih.

Pertama waktu kita masuk ke sana kita ngeliat orang jejer2 n di depannya ada komputer.

apotek di korea

G ada tulisan tempat penerimaan resepkasir dll yang biasa ada di apotek sini.Dan yang ngelayanin semuanya apoteker! Di apotek yang kita kunjungi itu dari luar kaya apotek biasa, gedenya sih kaya apotek2 di sini. Tp jumlah apotekernya ada 16 dalam satu apotek.

Jadi pasien waktu dateng ke pharmacy langsung ketemu ama apotekernya mulai dateng sampek pulang. Trus waktu kita datang jg ada pasien yg minum obatnya di depan apotekernya. (g tau maksudnya jg sih hehe)

Ngintip bagian dalemnya jeng jeng jeng. ngrasa ini apotek apa industri mini. –a

dalemnya apotek pinggir jalan Seoul

Di sana ada mesin (lupa namanya) buat nyortir obat. Kalo di RS sebelumnya sih udah ada, tp di apotek itu ada 2! jadi obatnya bener2 g tersentuh tangan. n dibungkusinnya udah dalam plastik untuk 1x pakai. misalnya untuk maem pagi ada 3 macam obat, nah itu ada dalam satu plastik. untuk siangnya di plastik lainnya. Jd waktu kluar dari apotek rada aneh ngliat orang bawa kresek gede kaya habis dari mall. Ada jg mesin2 lain yg g tau buat apa..hha

tapi selain ada alat-alat canggih di apotek juga jualan ginseng. :B

Oia waktu Pharmacy Exhibition jg kata delegasi dari singapura di apotek sana pasien yg antri dapet tiket nomer trus ada displaynya. jd g usah dipanggil. trus di apoteknya jg ada semacam corner buat ng-edukasi para pasien. jd selagi nunggu mereka bisa baca-baca buku ttg kesehatan.

N selain itu umumnya kita peserta Pharmacy Exhibition punya ide yang sama ttg bikin semacam ruang untuk konsultasi pasien. Jd kaya ruang praktek dokter tp itu ruang buat konsultasi farmasis. kan kadang ada yg malu konsultasi jadi dikasih privasi gitu. hehe

masih bingung gmn ngerangkai katanya. ntar kapan2 tak tambahin lagi.. hhe

^^b

Viva La Pharmacie!!

About denikrisna

An ordinary boy. a future pharmacist

Posted on Oktober 22, 2010, in 9th APPS 2010, Seoul-Korea. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: