Pharmaceutical Microbiology – Bacteria

Seperti yg udah disinggung di posting sebelumnya kalo menurut Carl R. Woese mikrobiologi dibagi menjadi 3 domain: bakteri, archaea dan eukarya. menurutnya bakteri dan archaea hampir serupa secara morfologi namun harus dipisahkan menjadi domain berbeda.

Bacteria

Characteristics:

  1. Kelompok terbesar dalam mikroorganisme
  2. Berbentuk cocci (bulat), bacilli (batang atau silinder), spiral
  3. Dinding sel memiliki lapisan peptidoglikan
  4. Banyak bakteri yang selnya dikelilingi kapsul atau lapisan berlendir yang terdiri dari rantai polisakarida atau protein. Gunanya? untuk melindungi dari makrofag pada sel2 eukariot yg bisa ngunyah bakteri dan sebagai antigen
  5. Punya pili dari protein yg berfungsi untuk mentransfer material genetik pada konjugasi
  6. Flagella untuk pergerakan

Structure of a single Bacteria

1. Membran plama ( Inner membrane ) : struktur tipis di sebelah dalam dinding sel, tersusun atas double layer fosfolipid. Membran plasma merupakan tempat aksi beberapa agen antimikroba. 

2. Flagela : Filamen yg mencuat dari sel bakteri, fungsinya untuk pergerakan bakteri. Gerakan flagela memungkinkan bakteri mendekati atau menjauhi stimulus. Ada beberapa macam flagel berdasarkan jumlah dan letaknya.

  • Atrikus : bakteri yg tidak punya flagela
  • Monotrikus : punya 1 flagela
  • Lofotrikus : 1 / lebih flagela pada satu ujung sel
  • Amfitrikus : sekelompok flagela pada masing2 ujung sel
  • Peritrikus : Flagela di seluruh permukaan sel

3. Fimbria : Tersusun dari lektin yg terikat pada residu gula khusus pada polisakarida permukaan sel. Umumnya tersebar di permukaan sel. Karena sifatnya yg bisa mengenali residu polisakarida pada permukaan sel, bakteri2 yg punya fimbria cenderung melekat 1 sama lain

4. Pili : Secara morfologis hampir sama kayak fimbria, tp lebih panjang. Fungsinya untuk transfer DNA dari 1 bakteri ke bakteri lain saat konjugasi. Sering kali disebut pili seks.

5. Dinding sel : Terdapat di luar sel untuk melindungi sel juga penentu bentuk sel. Dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan (nama lainnya murein) yang terdiri dari N-acetylglucosamin (NAG) dan N-acetylmuramic acid (NAM). Kalo di bakteri gram positif lapisan peptidoglikan ini tebal an kaku, sedangkan di bakteri gram negatif hanya aa 1 atau beberapa lapisan peptidoglikan.

 

Endospora


Dalam kondisi yg tidak menguntungkan, beberapa bakteri dapat membentuk endospora. Hanya terdapat 2 genus bakteri yg penting dalam pembentukan endospora dalam dunia kesehatan yaitu Bacillus dan Clostridium.
Dengan membentuk spora saat kondisi g mendukung ini mereka tahan terhadap panas, kekeringan dan bahan kimia. Karena saat membentuk endospora mempunyai dinding sel yang tebal dan lapisan tambahan.

Saat kondisi udah cukup baik, maka endospora akan berkecambah jadi bakteri lagi yg berkembang biak dengan cara normal.

Classification of bacteria

Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan bakteri:

1. Berdasar bentuk sel : dibedakan ada yg bulat (coccus), batang atau silinder (bacillus) dan spiral

2. Bedasarkan cell grouping : bakteri2 kan biasanya g hidup sendiri. Nah pada klasifikasi ini bakteri dibedakan seberapa banyak “pasangan hidupnya”, yaitu :

3. Berdasarkan kemampuan menyerap pewarna tertentu


  • Gram Positif : memiliki lapisan peptidoglikan yang memiliki afinitas tinggi terhadap Crystal violet + iodin. Peptidoglikan yg tebal (di gambar di atas peptidoglikan yg warna biru) itu mencegah kedua zat tsb keluar kembali walau sel udah dicuci pake alkohol atau aseton. Sehingga peptiodglikan kalo dicat pake kedua zat tersebut akan menyebabkan dinding selnya menjadi ungu.

contohnya : Clostridium botulinum, Bacillus cereus, Corynebacterium diphteriae

  • Gram negatif : memiliki lapisan peptidoglikan yg tipis (gambar atas, wana birunya cma selapis) sedangkan bagian luarnya disusun oleh lipopolisakarida (LPS).  Kalo bakteri tipe ini dikasih pewarna Crystal violet + iodin, pewarna tersebut g nempel. Kenapa? Karena pewarna2 tersebut gampang keluar lagi lewat LPS dan lapisan peptidoglikan yg tipis.

Reproduction

1. Pembelahan biner : sifatnya sama seperti bakteri “orang tua”. Dari 1 bakteri jadi 2, trus jadi 4 dst

2. Konjugasi : Terjadi variasi genetik karena terjadi pertukaran materi genetik

    About denikrisna

    An ordinary boy. a future pharmacist

    Posted on November 1, 2010, in Mikrobiologi Farmasi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: