Obat sistem syaraf simpatik

Nah sebelum kita bahas tentang obat di syaraf otonom kita masuk preface dulu!

Nervous system

seperti kita tau sistem syaraf dibagi menjadi 2 kelompok besar:

  1. Sistem syaraf pusat (Central Nervous System / CNS) , terdiri dari otak (brain) dan sumsum tulang belakang (spinal cord)
  2. Sistem syaraf Perifer (Peripheral Nervous System / PNS), terdiri dari 2 macam:

1.) sistem syaraf somatik, terdapat di sel otot skeletal

2.) sistem syaraf otonom, sel efektornya: otot polos, otot jantung, kelenjar2 tubuh

sistem syaraf otonom dibagi lagi menjadi 2: Sistem syaraf simpatik dan parasimpatik

Sistem syaraf otonom (Autonomic Nervous system / ANS)

Nah yg kita bahas cm yg ini ama sistem syaraf otonom. kenapa? karena itu yg masuk bahan uas ^^v. Untuk di bagian yg otonom dulu. cekidot

Function?

  1. Pemeliharaan kondisi internal tubuh
  2. Sistem homeostatis

Jadi seperti yg udah disebutin di atas kalo efektor dari sistem syaraf otonom meliputi otot polos, otot jantung dan kelenjar2 tubuh. Jadi regulasinya sistem syaraf otonom pada otot polos misalnya otot polos yg ada di gastrointestinal, di trakea dll.

Classification

Sistem syaraf otonom sendiri dibagi menjadi 2:

  1. sistem syaraf simpatik
  2. sistem syaraf parasimpatik

untuk post ini dibahas yg simpatik dulu ya :B

Sistem Syaraf Simpatik

Efeknya?

Fight or Flight Response?

Gampangnya ilustrasi ekstrimnya seperti ini:

saat tengah jalan2 dengan damai di jakal, tiba2 ada banci berdandanan menor and the gang (5 orang) datang dari arah berlawanan. mereka cekikikan melihat ke arahmu dan bisik2 g enak. dan saat itulah mereka mengejarmu!

saat itulah saraf simpatik menunjukkan kegunaannya. What happens saat 5 banci mengejarmu? Aliran darah meningkat, denyut jantung meningkat dag dig dug g karuan, tekanan darah juga.

Nah saat itu apa yg anda lakukan?

Would u?

1. Fight: melawan banci2 itu. entah dengan ninju, atau teriak2 ngatain mereka

or

2. Flee: yg tidak punya nyali ya kabuuuurrr

*diambil dari pengalaman pribadi dan tolong jangan ketawa ==”

Additional information

  • Syaraf post ganglion lebih panjang dari preganglion sehingga aksinya lebih luas.
  • Terletak di bagian thoraks dan lumbar pada kolom vertebral sistem syaraf pusat karenanya disebut toracolumbar


Sympathetic Transmitter Substances

Nah sekarang kalo yg ini kita bahas neurotransmitternya.

Neurotransmitter?
Senyawa yg dihasilkan oleh ujung syaraf untuk memberikan sinal menuju sel lainnya

Neurotransmitter syaraf simpatik

Norepinephrine atau Noradrenaline merupakan neurotransmitter sistem syaraf simpatik.

taken from Color Atlas of Pharmacology

Biosintesis norepinefrin

1. Tyrosine

Asam amino Tyrsine memasuk sel syaraf secara transport aktif. Tyrosine mengalami hidroksilasi dengan bantuan Tyrosine hydroxylase menjadi L-DOPA di sitosol sel syaraf

2. DOPA

DOPA mengalami dekarboksilasi menjadi DOPAMINE dengan bantuan L-amino acid decarboxylase

3. DOPAMINE

Dopamine dioksidasi oleh dopamine-β-hydroxylase (hanya terdapat di vesikel) menjadi Norepinephrine dengan kofaktor askorbat

4. Norepinephrine

Reseptor Norepinephrine

Reseptor norepinephrine adalah reseptor adrenergik / adrenoreseptor.

Reseptor adrenergik dibagi menjadi:

1. Reseptor alfa adrenergik, dibagi menjadi 2 :

1) alfa-1 adrenergik

menyebabkan vasokonstriksi pada pembuluh darah, saluran gastrointestinal, vasodilatasi otot bronkus (efeknya lebih kecil dibanding beta-2)

2) alfa-2 adrenergik

inhibisi pelepasan insulin, induksi pelepasan glukagon, kontraksi spincher pada gastro intestinal

2. Reseptor beta adrenergik, dibagi menjadi 3:

1.) beta 1 : terdapat di jantung

menaikkan heart rate (jumlah denyut jantung per unit waktu), menaikkan kontraksi jantung

2.) beta 2: terdapat di pembuluh darah, otot polos skeletal, otot polos bronkus

relaksasi otot polos di gastro intestinal dan bronkus, dilatasi arteri, glukoneogenesis

3.) beta 3: terdapat di jaringan adiposa

menyebabkan lipolisis – untuk diet tp sayang efek sampingnya :O

supaya sedikit sistematis ini ada gambarnya:

Obat2 yg bekerja pada sistem syaraf simpatik

1. Agonis adrenergik (Adrenomimetik / simpatomimetik)

Namanya juga agonis, berarti efeknya memperkuat  aktifvitas syaraf adrengergik. efeknya ada dua macem:

1. Agonis adrenergik langsung

Obat yg termasuk tipe ini langsung berikatan pada reseptor adrenergik. sehingga mengaktivasi reseptor tersebut

obat2 yg bertindak sebagai agonis adrenergik langsung memiliki afinitas terhadap reseptor2 tertentu. misalnya:

1. Norepinefrin : memiliki afinitas terhadap reseptor α, β1

2. Epinefrin        : memiliki afinitas terhadap reseptor α, β1, β2

3. Isoproterenol: memiliki afinitas terhadap  reseptor β1, β2

loh kok bisa beda? ada akibat struktur kimianya. tp karena saya sendiri belum paham jd maaf ^^b

Efek thd tubuh?

Biar gampang ini ada efek yg terjadi akibat rangsangan terhadap reseptor tsb:

1. Stimulasi jantung

reseptor apa yg ada di jantung? β1 kan? jadinya untuk menstimulasi jantung harus pake obat yg bekerja pada reseptor β1. Dari ketiga contoh di atas kan smuanya bisa.

2. Efek thd otot polos

Kalo disini tdp 2 reseptor: α dan β

stimulasi thd reseptor α akan menyebabkan vasokonstriksi, sedangkan

stimulasi thdp reseptor β akan menyebabkan vasodilatasi

kenapa? karena keduanya melalui transduksi signal yg berbeda (nah biomol keluar ==”)

3.Bronkodilatasi

Reseptor apa yg ada di bronkus? β2. karenanya pake yg memacu reseptor ini

4. Efek metabolisme

seperti yg udah ditulis di atas juga bahwa pemacuan reseptor β akan menginduksi proses glukoneogenesi (glikogen jadi glukosa)

Obat lain

1. Fenileprin, metaraminol, dan methoxamine

ketiga obat di atas efeknya terhadap reseptor α jadi g ngefek ke jantung secara langsung

mereka menyebabkan vasokonstriksi dan peningkatan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik. tp di jantungnya ada reflexi bradikardia jadi tekanan darah di jantung g terlalu berubah.

Karena efeknya sebagai vasokonstriktor maka ketiga obat tersebut digunakan untuk mengembalikan tekanan darah selama anestesi spinal maupun keadaan hipotensif lainnya.

fenileprin juga secara luas dipakai sebagai nasal dekongestan namun jangan diberikan kepada penderita glaukoma karena dikhawatirkan terjadi peningkatan tekanan intraokular

2. Dobutamin

efek terhadap reseptor β1. efeknya lebih besar dari dopamin (inget lebih besar efek lebih besar jg efek sampingnya ^^b). fungsinya untuk meningkatkan denyut jantung

3. Terbutaline and Albuterol

Untuk obat penyakit asma karena merupakan agonis selektif untuk reseptor β2.

2. Agonis Adrenergik tidak langsung

Kalo agonis yg ini dia bereaksi secara tidak langsung. cara kerjanya:

1. menghambat re-uptake : kan kalo NEnya kebanyakan atau g kepake dia akan mengalami reuptake masuk kembali ke sel syaraf semula dan disimpan dalam granul

2. menghambat MAO (mono amin oksidase): karena MAO-lah yg menginaktivasi neuro transmitter.

3. Menyebabkan pelepasan NE

Obatnya

1. Efedrin

Dapat menembus sawar darah otak dan mempengaruhi sistem saraf pusat. Obat ini dipake per oral dan durasinya lebih lama dari norepinefrin. Cara kerjanya adalah melepaskan norepinefrin. namun ada juga efek lainnya yaitu sebagai bronkodilator.

2. Amphetamine dan turunannya

kalo yg ini pasti udah pada denger. yep obat yg sering dipake buat doping. efeknya sama kaya efedrin yaitu bisa menembus sawar darah otak namun efeknya jauh lebih kuat! para atlit yg minum ini akan merasa beternaga dan g merasa capek. Sekarang sudah tidak direkomendasikan sebagai obat lagi karena disalahgunakan.

2. Antagonis adrenergik (Adrenolitik / simpatolitik)

obat yang mengeblok sistem saraf simpatik dengan mekanisme:

  1. menurunkan rangsang simpatetik dari otak
  2. mengeblok reseptor adrenergik
  3. menurunkan pengeluaran NE

Dibagi menjadi :

1. α Blocker

obat atau senyawa yang mengeblok reseptor alfa adrenergik, dibagi menjadi:

1.) Pengeblok α

mengeblok reseptor α secara tidak spesifik (α 1 dan α 2 sama2 diblok). karenanya jarang digunakan.

contoh obat: fentolamin, tolazolin

fungsinya? ya untuk vasodilator

2.) Pengeblok α-1

kalo yg ini udah spesifik hanya untuk α-1.

contoh obat: prazosin, trimazolin, terazolin

fungsinya? sebagai obat antihipertensi. kan seperti yg dijelaskan di awal kalo α-1 itu bikin vasokonstriksi.

3.) Pengeblok α-2

sama kalo yg ini spesifiknya tp hanya untuk α-2

contoh obat: yohimbin

efek samping: aprodisiaka (meningkatkan libido, bisa untuk obat disfungsi jg )

2. β Blocker

obat atau senyawa yg mengeblok resptor beta adrenergik, dibagi menjadi:

1.) Pengeblok β

mengeblok reseptor β secara tidak spesifik. karenanya jarang digunakan.

contoh obat: propanolol, karteolol, pindolol, timolol

fungsinya? menurunkan denyut jantung, kardiak output, tekanan darah

2.) Pengeblok β-1

kalo yg ini udah spesifik hanya untuk β-1.

contoh obat: asebutolol, atenolol, betaxolol

fungsinya? menurunkan frekuensi denyut jantung dan untuk pengobatan hipertensi

3.) Pengeblok β-2

sama kalo yg ini spesifiknya tp hanya untuk β-2

contoh: butaxamine (g dipake, cm buat peneliatin)

jarang digunakan. kenapa? karena bikin bronkokonstriksi. (siapa yg mau sesek?)


3. Central Blocker

Mekanismenya dengan menurunkan aktivitas sel syaraf simpatik. dengan menghambat rangsan simpatetik dari otak dmaupun menghambat pengeluaran NE dari ujung syaraf simpatik




About denikrisna

An ordinary boy. a future pharmacist

Posted on Januari 5, 2011, in Bakul, Farmakologi. Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. nice info😄

  2. useful🙂
    saya ijin share bang

  3. Wah.. nice share!! jadi tambah ngerti deh skrg, ^O^

  4. siiip..penyampaian yang mudah dipahami..
    thxs mas penjelasannya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: