At glance Radiopharmacy

So, I listen to the radio (listen to the radio)
And all the songs we used to know (listen to the …)

Lirik lagu radio di atas g sesuai ama radiofarmaka kali ini (ya iyalah)

Ok, untuk postingan kali ini kita bahas tentang radiofarmaka (ntah radiofarmasinya fsi materinya sama atau g)

Farmasi kok mainan nuklir?

selama ini yg kita tau kan farmasi mainanannya dengan bahan2 ‘aman’ atau asam yg pekat2. nah ini kok ada mainan nuklir ya?

Pernah tau yang namanya I-131 / Iodine 131? Obat jenis ini termasuk salah satu pemanfaatan radiofarmaka!

Iodine-131 atau disebut juga radioiodine merupakan bentuk radioisotop dari iodine. Biasanya didapat dari hasil fisi uranium, plutonium.

Gunanya di farmasi?

I-131 digunakan per oral sebagai obat penyakit thyroid, misalnya hyperthyroidism atau thyroid carcinoma. atau selain itu digunakan untuk imaging thyroid.

Terdapat dalam bentuk kapsul. Kapsulnya juga bukan kapsul biasa yg seperti kita liat biasanya. Kapsulnya dari bahan khusus untuk mencegah radiasi keluar dari kapsul.

Radioaktif vs Radiasi

Radiasi merupakan suatu peristiwa pemancaran, baik berupa:

1. Gelombang elektromagnetik, contoh : microwave, gama, sinar X

2. Partikel , contoh : alfa, beta

Jadi radiasi itu bukan hanya milik bahan radioaktif aja.

contohnya:

Kenal sinar X dan pesawat telecobalt? bedanya apa?

sinar X (sumber radiasi)

biasanya dipake untuk rontgen.

yang dipancarkan gelombang elektromagnetik

tidak bersifat radioaktif

jika listrik dimatikan maka paparan radiasi juga mati

pesawat telecobalt (sumber radioaktif/radioisotop)


dipakai untuk pengobatan kanker

jika listrik dimatikan pesawatnya mati, tapi Co60 tetep idup dan memancarkan sinar gamma

Bahan Radioaktif


Jadi apa sih bahan radioaktif itu sendiri?

Bahan radioaktif adalah bahan yang dapat menghasilkan paparan radiasi. Dapat berupa emisi radiasi pengion maupun instalasi tunggal (single entity)

Radiasi dari bahan radioaktif ini dapat menyebabkan pergeseran elektron dalam atom atau bahkan bisa menyebabkan eksitasi

mijon2-akua2-radioaktif2

Berdasarkan bentuknya

  1. Cair (larutan), padat dan gas
  2. Kimia : atom dan senyawa
  3. Asal: Bahan radioaktif alamiah dan artifisial (buatan)

Berdasarkan jomblo atau tidaknya

  1. dalam bentuk terikat dengan atom lain : I-131 terikat dengan Na dalam bentuk NaI131
  2. berupa partikel bebas : Uranium

Berdasarkan sumbernya

1. Alami


misalnya di tambang uranium, atau bahkan tanah dan udara (dalam bentuk Radon)

2. Buatan (artificial)

misalnya:

1.) di PLTN : partikel ditembak dengan neutron berkecepatan tinggi. sehingga yg semula sifatnya nonradioaktif dia berubah jadi radioaktif

2.) bom nuklir: dari reaksi berantai fisi

Aplikasi Medik

Nuclear Pharmacy or Radiopharmacy

Nuclear pharmacy is a specialty area of pharmacy practice dedicated to the compunding and dispensing of radioactive materials for use in nuclear medicine procedurs

Radiofarmasi merupakan salah satu integrasi dari bidang kedokteran nuklir, yang mencakup:

1. Preparation

2. Coumpounding

3. Quality Control (QC)

4. Dispensing of radio-pharmaceuticals and radio isotopes

Serem amat ya mau bikin2 bahan radioaktif ==”

tenang aja ada yg namanya konsep proteksi radiasi (dibahas di selanjutnya kalo g males ;P)

jadi intinya kita memanfaatkan atenuasi bahan, apa itu?

atenuasi bahan merupakan proses pelemahan sinar yang melewati bahan

jadi saat bekerja ngutek2 radioaktif, nanti prosedurnya pake baju antiradiasi yg kaya astronot, syringe,botol dan alat2 lain jg anti radiasi. contohnya:

Aplikasinya

1. Diagnostik

untuk mendiagnosis pake bantuan radioisotop, umumnya syaratnya:

– umumnya dosis rendah

– waktu paparan pendek, jika lama bisa mengganggu tubuh

2. Terapi

– umumnya dosis tinggi

– waktu paparan pendek sampai lama, tapi yg disinari cuma tempat sasaran yg sebelumnya udah dikasih tanda. Jadi penembakannya diarahkan ke sana dan seminimalkan mungkin kena operator, bagian lain pasien, atau bahkan lingkungan

-contoh I 131, waktu paro fisis 8 hari tapi waktu paruh biologis (setelah masuk ke tubuh) cuma beberapa jam


Keradioaktifan

konsep dasar


  1. Atom terdiri atas : proton, neutron dan elektron
  2. Proton dan neutron terletak di inti atom disebut nukleon
  3. Elektron di luar inti atom

(p.s: cuma Hidrogen yg g punya nukleon.)

atomic number atau biasa disimbolkan Z menunjukkan jumlah proton

mass number atau biasa disimbolkan A menunjukkan jumlah proton+neutron


Kenapa ada yg stabil dan ada yg g?

inti atom yang tidak stabil disebut radionuklida, isotop radioaktif, radioisotop

tentu dong mereka pingin stabil kaya lainnya? makanya mereka memancarkan partikel radiasi dan energi radiasi secara spontan untuk stabil. Nah pancaran partikel/energi radiasi itulah yg disebut peluruhan radioaktif (radioactive decay)

Radioaktif decay

maaf g bisa pake simbolnya, susah di wordpress ini

Alfa

-sama kayak He (A=2, Z=4)

-bermuatan positif

-dibelokkan oleh medan magnet maupun medan listrik

-daya tembus kecil, tp daya ionisasi besar

Beta

(A=-1 Z=0)

– bermuatan negatif

– dibelokkan oleh medan magnet maupun medan listrik

– daya tembus lebih besar dari alfa, tp daya ionisasinya lebih kecil dari alfa

Gama

– tidak bermuatan listrik

– tidak dibelokkan oleh medan magnet maupun medan listrik

– daya tembus sangat besar, daya ionisasi sangat kecil

stabilitas suatu unsur tergantung pada keseimbangan antara jumlah proton (Z) dan neutron (n) yang terdapat dalam inti

beberapa sumber mengatakan biasanya suatu unsur dikatakan stabil jika perbandingan jumlah neutron(n)/Z di antara nilai 1-1,5

Suatu nuklida dikatakan stabil bila terletak dalam daerah kestabilan pada diagram N – Z.
Untuk nuklida ringan (A < 20) terjadi kestabilan bila Z = N (N/Z = 1), sedangkan untuk nuklida dengan Z > 83 adalah tidak stabil.

jika terletak di sebelah kiri pita maka akan memancarkan partikel beta

jika di kanan maka memancarkan positron atau menangkap beta

Energi ikat inti

proton dan neutron dapat berkumpul di inti atom karena ada energi ikat inti

Energi ikat inti terjadi karena terdapat penyusutan massa di inti sehingga akibatnya massa akan lebih kecil dari proton dan neutron pembentuknya.

Akibat penyusutan massa inti menjadi energi ikat yang disebut defek massa

Energi ikat inti DE = Dm c2 ® Dm = (Z . mp + N . mn) – mint


Aktivitas Radionuklida

-Radionuklida kan meluruh to, peluruhannya itu dengan laju tertentu.

-Radiasi yang dipancarkanpun tertentu.

-Punya waktu paro t1/2 (detik – tahun)

-Secara teoritis tida akan habis, tp dianggap habis bila sudah berumus 10 x t1/2 terutama untuk radionuklida umur pendek

1st Formula

Untuk ngitung berapa sih jumlah inti pada waktu ke t, kita bisa pake rumus ini:

No = jumlah inti / massa mula2

Nt = jumlah inti / massa pada waktu ke t

lamda = tetapan peluruhan

t = waktu peluruhan

Aktivitas inti

N dimasukin dari rumus sebelumnya, jadi:

A = aktivitas inti, pada waktu t

No = aktivitas inti, massa awal

lamda = tetapan peluruhan

t = waktu peluruhan

Satuannya?

satuan untuk aktivitas secara internasional sih Bq (becquerel) atau sama dengan dps (disintegration per second)

atau biar gampang:

2nd Formula

Waktu paro atau t1/2 merupakan waktu yang diperlukan radioisotop untuk menjadi separo dari jumlah isotop semula

Contoh Soal

Pada jam 11 siang aktivitas radioaktif 99Tc 9mCi (333 MBq). Berapakah aktivitas radioaktif 99Tc pada jam 8 pagi dan 4 sore pada hari yang sama? (t1/2 99Tc 6 jam)

Jawab

jam 8 pagi

nah padahal kan yg diketahui pada jam 11 siang (3 jam sesudahnya) jadi yg kita cari itu Ao-nya dan aktivitas pada jam 11 itu dianggap At

At = 9mCi (333 MBq)

t = 11-8 = 3 jam

lamda = 0,693 / (t1/2) = 0,693/6 = 0,1155/jam

9 = Ao e -(0,1155)(3)

trus dibalik (tanda minus di eksponensial jd plus)

Ao = 9e(0,1155)(3)

Ao = 12,7 mCi = 469,9 MBq

jam 4 sore (16.00)

yang diketahui:

Ao = 9 mCi

t = 16-11 = 5 jam

lamda = 0,1155/jam

At = 9e-(0,1155)(5)

At = 5,0516 mCi = 185,57 MBq

Aktivitas Jenis (SA)

aktivitas jenis merupakan aktivitas/volume (mirip berat jenis haha)

Perhitungannya ada 2:

1. Perhitungan SA untuk Carrier free

Dalam produksi radionukleotida secara teori seharusnya tidak boleh ada isotop awalnya (yg stabil) yg bisa terdeteksi.

SA = (4,18 x 10^(-21) ) / A x t1/2

satuannya = Bq/gram

atau

SA = (3,13 x 1069) / A x t1/2

satuannya = mCi/mg

A = Ar unsur

t 1/2 = waktu paro (detik)

2. Perhitungan SA untuk non carrier free

berarti setelah diproduksi pake / ada isotop stabilnya

SA isotop stabil + radioaktif = SA / konsentrasi atom

SA senyawa = (Mr senyawa / Ar senyawa) x konsentrasi atom

About denikrisna

An ordinary boy. a future pharmacist

Posted on April 5, 2011, in Kesehatan. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. like this mr.denikrisnakrisna.,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: