PaTum – Patologi Umum

UTS ke 5: patologi umum. lah apa sih matkul ini kok bisa nyasar di farmasi? yuk kita intip satu2

 

Apa c(s)ih patologi itu?

Patologi berasal dari bahasa yunani yaitu:

Pathos : Penyakit

Logos : Ilmu

jadi patologi yaitu ilmu yg mempelajar penyakit.

Apa aja yg dicakup bidang satu ini?

Patologi merupakan ilmu yang mencakup tentang semua aspek tentang penyakit, terutama mengenai ciri-ciri dan penyebab dan perkembangan penyakit yang ditandai dengan kondisi abnormal serta perubahan pada fungsi dan struktur

Pusat perhatian patologi terutama 4 aspek penyakit:

  1. Penyebab (etiologi)
  2. Mekanisme terjadinya (patogenesis)
  3. Perubahan struktur sel dan jaringan (morfologi)
  4. Konsekuensi fungsional akibat perubahan morfologik, seperti yg terlihat secara klinis

Salah satu sorotan utama dari patologi adalah patogenesis

patogenesis merupakan mekanisme bagaimana penyakit berkembang dari penyebabnya, pengaruhnya secara selular dan menifestasi secara molekuler.

patogenesis dari penyakit yg satu dengan yg lain tidaklah sama, mulai inisiasi sampai manifestasi (timbul gejala).

Diagnosis

Untuk mengetahui penyebab suatu penyakit diperlukan suatu Diagnosis

Diagnosis merupakan kesimpulan mengenai penyebab, perkembangan dan jenis penyakit berdasarkan kasus, tanda2 klinis dan pemeriksaan fisik (yg berwenang dokter, dokter gigi, dokter hewan sesuai bidangnya masing2)

diagnosis biasanya mencakup:

1. Diagnosis morfologis : berdasarkan perubahan morfologi

2. Diagnosis etiologis : berdasarkan penyebabnya

Dan jika perlu dilakukan biopsi yaitu pengambilan sampel jaringan untuk diamati perubahannya secara mikroskopis (dengan pewarna H&E,PAS, IHC, sekuens DNA & RNA)

misalnya gambar di atas menunjukkan biopsi pada serviks (leher rahim) biasanya untuk menegakkan diagnosis apakah pasien terkena kanker serviks atau tidak

 

Kerusakan Sel

Sel penyusun tubuh kita bukanlah seperti superman. Saat ada gangguan yang menyebabkan keseimbangan (homeostasis)nya terganggu, sel dapat bereaksi :

1. Adaptasi

Adaptasi sel timbul pada saat adanya tekanan fisiologis berlebihan atau rangsangan yg menyebabkan perubahan keadaan di tubuh dan sel harus beradaptasi.

Contohnya: hipertrofi pada orang yg sering latian angkat beban. Massa sel akan membesar

2. Kerusakan reversibel

Jika suatu rangsangan diberikan, maka akan terjadi suatu perubahan patologis. Namun saat rangsangan dihilangkan, maka perubahan patologis tersebut dapat kembali. Atau penyebabnya hanya bersifat ringan.

3. Kerusakan irreversibel

Nah kalo yg di kerusakan reversibel setelah rangsangan dihentikan kondisi patologis akan balik, yg ini walau rangsangan dihentikan perubahan patologis tetap g bisa balik.

4. Kematian sel

Sel dapat mati jika kerusakannya sangat berat dan sulit untuk diperbaiki dan lama

Penyebab kerusakan sel

1. Penurunan kadar oksigen (Hipoksia), terjadi akibat

-Iskemia (kehilangan suplai arah) bisa karena adanya emboli

-oksigenasi inadekuat (misalnya kegagalan respiratorik)

-hilangnya kemampuan darah untuk ngangkut oksigen (misalnya anemia, keracunan CO – abis naik motor di belakang bis aspada sesek kan?)

2. Agen Fisik

Trauma mekanis

– Incisi : trauma dari bidang tipis dengan luas permukaan sempit : misal pisau

– Laserasi : kerusakan dari permukaan kulit yang tidak beraturan : misal jatuh

– kontusi : tanpa disertai kerusakan epidermis : misal kebentur tembok

– abrasi : kerusakannya sampe robek / koyak : misal kena pager berduri

– fraktur : patah tulang

Temperatur

misal panas atau dingin yg terlalu sangat

Radiasi

Listrik

terutama ngaruh ke impuls saraf

3. Kimia

racun : arsen, sianida, garam merkuri

-insektisida dan herbisida : organofosfat, air tercemar insektisida

-polutan udara : CO

– alkohol dan narkotik

4. Agen penginfeksi

bakteri, virus, parasit, fungi

5. Imunologi

– penyakit autoimun

– immunologic deficiency disease (e.g : HIV)

– hipersensitivitas (e.g alergi)

– amiloidosis

6. Genetic dearrangement

– congenital malformation (e.g : Down syndrome akibat kelainan genetik sehingga pertumbuhan fisik dan mental terhambat)

– Decreased life of red blood cell ( Thalassemia, sickle cell anemia)

– Inborn erros metabolism (e.g Pompey disease defisiensi enzim acid alpha-glucosidase enzyme sehingga terjadi penumpukan glikogen dan lisosom

7. Nutritional imbalance

bisa dikatakan nutrisinya kurang atau bahkan lebih, misalnya:

Portein-calorie deficiencies : malnutrisi

Vitamin deficiencis

Anorexia nervosa

Excess of lipids : obesitas, atherosclerosis

Metabolic disease : Diabetes mellitus

 

An Overview

nah kalo liat di diagram di atas bisa kita liat bagaimana sel bertahan hidup.

pertama yg atas dulu (normal cell dan adapted cell) normal cell jika ditambah stress maka dia akan bergeser ke kanan yaitu beradaptasi. namun jika stress atau beban itu ditambah lagi maka dia akan bersifat reversibly injured cell. saat stress hilang maka dia bisa balik ke adapted cell atau langsung ke normal cell. demikian juga normal cell dia saat mendapat rangsangan seperti luka maka dia akan menjadi reversibly injured cell.

Sel pada saat berada di reversibly injured cell masih bisa balik ke kondisi normal atau terus ke irreversibly. Misal saat rangsangan terlalu besar dan lama maka sel tidak dapat kembali lagi ke kondisi awal dan menjadi bersifat irreversibel. Demikian pula normal cell jika rangsangan terlalu kuat maka ia bisa langsung bersifat irreversibel. hanya ada satu pilihan bagi sel irreversibel, yaitu mati.

tapi kematian sel sendiri ada 2 cara:

1. Apoptosis: merupakan kematian sel terprogram. jadisebelum sel itu mati, sudah dirancang dulu sedemikian rupa di dalam sel dan saat sel matipun akan difagosit.

2. Nekrosis: sama2 menyebabkan sel mati, cuma matinya g diprogram oleh sel itu sendiri. misalnya ada toksin yang menyebabkan sel itu mati. sehingga sel yg tidak diprogram untuk mati itu akan berakibat fatal.

 

Perbedaan apoptosis dan nekrosis:

Saat apoptosis, sel akan mengirimkan sinyal ke sistem imun sehingga saat sel sudah mati ada pasukan yg memfagositnya.

sementara saat nekrosis g ada sistem imun yg datengin dia karena dia g ngirim sinyal apa2. sehingga saat nekrosis akan terbentuk jaringan mati yg harus dihilangkan lewat operasi.

nekrosis

 

ADAPTASI SEL

seperti yg udah disinggung sebelumnya bahwa saat ada suatu rangsangan dari luar yg menyebabkan perubahan kondisi sel, sel mau g mau harus beradaptasi.

contoh adaptasi sel:

1. Atrophy

atrofi adalah mengecilnya sel.

Penyebabnya biasanya karena sel di bagian tersebut lama g dipake / difungsikan, nutrisi inadekuat, menua

2. Hipertrophy dan Hiperplasia

Keduanya hampir mirip tapi beda hehe

Hipertrofi merupakan peningkatan volume sel atau sel berubah jadi lebih gede

misalnya pada biawaragawan jadi ototnya gede kaya ade rai

contoh lainnya myocard hyperthrophy

otot jantung jadi menebal dan merupakan salah satu penyebab sudden cardiac death

atau secara fisiologis misalnya hipertrofi pada uterus selama kehamilan

Hiperplasia merupakan peristiwa peningkatan jumlah sel dalam suatu organ / jaringan atau jadi lebih banyak

hiperplasia hanya bisa timbul pada sel2 yg mampu membuat DNA: sel2 epitel, hematopoetik, jaringan ikat.

jarang atau tidak bisa terjadi di sel saraf, oto skeletal, dan otot jantung. di sel2 ini yg terjadi adalah hipertrofi

hiperplasia dapat digolongkan menjadi:

1. Hiperplasia fisiologik

-hiperplasia hormonal: misalnya pada saat menyusui jumlah sel mamae akan meningkat maupun saat kehamilan terjadi hiperplasia endometrium supaya uterus lebih tebal

-hiperplasia kompensasi: misalnya hiperplasia hati setelah hepatektomi parsial.

Setelah hepatektomi parsial, pembelahan sel di hepar meningkat hingga hepar mencapai berat normal (sekitar 12 hari setelah hepatektomi)

2. Hiperplasia patologis

-terjadi karena rangsangan hormonal yang berlebihan. misalnya hipererstrinisme dan hiperplasia endometrium atipik

Yg perlu dicermati adalah pada kondisi hiperplasia patologik perlu diwaspadi terjadinya proliferasi keganasan. misalnya hiperplasia endometrium dan serviks yang merupakan prekursor kanker endometrium dan serviks.

3. Metaplasia

Metaplasia adalah perubahan yg reversiel, yaitu jenis sel dewasa yang satu digantikan oleh yang lain.

4. Dysplasia

abnormalitas pada hiperplasia

contohnya: kanker

 

MEKANISME KERUSAKAN SEL

kerusakan sel dapat terjadi karena:

1. Penurunan produksi ATP

2. kerusakan mitokondria

3. Influks kalsium intraselular dan loss of calcium homeostasis

4. accumulation of Oxygen derived free radical (Oxidative stress)

5. Defects in membran permeability

 

Depletion of ATP

penyebab : Hipoxia, Ischemia

What happens?

Karena g ada oksigen / kurangnya suplai oksigen maka proses fosforilasi oksidatif terhambat dan produksi ATP melalui respirasi aerob berkurang / menurun.

tengah

Akibat turunnya kadar ATP maka akan merangsang peningkatan AMP. kemudian merangsang fruktokinase dan fosforilasi, sehingga glikolisis anaerob meningkat. Akibatnya kadar glikogen menurun dengan cepat. Hasil dari glikolisis anaerob adalah asam laktat. ingat asam! menurunkan pH intraseluler. Akibatnya terjadi penggumpalan kromatin inti

kiri

Selain itu manifestasi hipoksia yang sering terjadi adalah pembengkakan sel akut. Hal ini disebabkan karena kegagalan transport membran aktif Na+ – K+ ATPase (tolong farmol masih jumat >,<) sehingga natrium masuk ke dalam sel dan kalium berdifusi ke luar sel. Kemudian terjadi peningkatan osmotik intraseluler (H2O masuk ke sel) sehingga terjadi pembengkakan sel. Hal ini termasuk kerusakan sel Reversibel

efek lain

Dalam sel2 yg iskemik, asam lemak bebas dan lipofosfolipid (hasil degradasi fosfolipid) tertimbun di dalam sel. Padahal toksik untuk membran.

hilangnya keutuhan membran menyebabkan influx kalsium dari ekstraseluler ke dalam sel naik mengakibatkan disfungsi mitokondria, inhibisi enzim selular, denaturasi protein, dan mengarah ke kematian sel.

 

Mitochondrial Damage

penyebab: hipoksia, toksin (misalnya bisa ular atau endotoksin), kalsium sitosolik, oxidative stress, produk katabolisme lipid

Kalo pengaruh akibat hipoksia udah dijelaskan sebelumnya karena hipoksia menyebabkan terakumulasinya lipofosfolipid -> membran sel permeabel -> Calcium masuk ke dalam sel -> mitokondria tidak berfungsi

Seperti kita tau bahwa mitokondria merupakan pabriknya ATP. Adanya Reactive Oxigen Species akan menyebabkan kerusakan degeneratif pada mitokondria.

Peningkatan faktor2 penyebab kerusakan mitokondria akan melepaskan cytochrome C yg merupakan faktor pendorong terjadinya apoptosis (pro-apoptotic factor) sehingga menyebabkan apoptosis sel.

 

RADIKAL BEBAS

Radikal bebas sangat reaktif, tidak stabil, berinteraksi dengan protein, lipid dan karbohidrat serta terkait dengan kerusakan sel yang disebabkan oleh bermacam2 bahan kimia dan peristiw biologis.

Radikal bebas dari derivat oksigen

-Superoksida

dihasilkan langsung selama autooksidasi dalam mitokondria atau oleh enzim oksidase

superoksida diinaktivasi oleh superoksida dismutase (SOD) yang mengubah superoksida menjadi H2O2 +O2

-Hidrogen peroksida

dihasilkan oleh dismutase superoksida ataupun secara langsung oleh oksidase dalam peroksisom

-Radikal hidroksil

dibentuk oleh:

1. hidrolisis air yg disebabkan oleh radiasi ion (H2O -> H+ + OH-)

2. Oleh interaksi dengan metal transisional dalam reaksi Fenton (Fe2+ + H2O2 -> Fe3+ + OH- + OH-)

3. Melalui reaksi Haber-Weiss

Efek radikal bebas

1. memodifikasi protein

-menyebabkan oksidasi rantai asam amino sehingga terbentuk ikatan silang protein dengan pembentukan ikatan disulfida

2. oksidasi pada rangka protein

-menyebabkan fragmentasi protein

3. inaktivasi enzim sulfhidril dan induksi mutasi DNA yg mengganggu pertumbuhan sel

 

Kerusakan pada permeabilitas membran

fase paling awal dari kerusakan ireversibel berhubungan dengan kerusakan membran sel. Mekanisme yg terjadi:

1. Kehilangan fosfolipid profresi

yang disebabkan oleh:

-aktivasi membran fosfolipase oleh peningkatan Kalsium sitosolik, mengakibatkan degradasi fosfolipid dan kehilangan fosfolipid, atau

-penurunan reasilasi dan sintesis fosfolipid

2. Abnormalitas sitoskeletal

Peningkatan Kalsium dalam sitosol menyebabkan aktivasi protease intraselular yang dapat mengakibatkan degradasi elemen sitoskeletal intermediet, membuat membran sel menjadi rentan

3. Radikal oksigen toksik

(seperti di atas)

4. Produk penghancuran lipid

Dalam sel2 yg iskemik, asam lemak bebas dan lipofosfolipid (hasil degradasi fosfolipid) tertimbun di dalam sel. Padahal toksik untuk membran.

hilangnya keutuhan membran menyebabkan influx kalsium dari ekstraseluler ke dalam sel naik mengakibatkan disfungsi mitokondria, inhibisi enzim selular, denaturasi protein, dan mengarah keĀ kematian sel.

 

Kesimpulan

Garis besarnya bisa diliat di gambar di atas

1. Penurunan ATP selain menyebabkan penurunan fungsi sel yang membutuhkan energi, dia juga bisa menyebabkan kerusakan mitokondria.

2. Kerusakan membran g boleh dianggap sepele. Pasalnya jika membran rusak maka ion2 bebas keluar masuk. Jika terlalu banyak ion kalsium di dalam sel maka akan menyebabkan sel terganggu, kerusakan mitokondria jg bahkan menyebabkan kematian sel

3. Kenaikan kadar kalsium. Seperti yg sudah dijelaskan di atas bagaimana kalsium ini mengganggu homeostasis sel.

4. ROS atau reactive oxygen species menyebabkan oksidasi pada berbagai jaringan sel dan yg paling berbahaya pada DNA

 

jika ada kesalahan mohon dikoreksi ya ^^

About denikrisna

An ordinary boy. a future pharmacist

Posted on April 6, 2011, in Patologi. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. makasih atas infonya ya….

  2. bagus banget infonya, thx yah..šŸ™‚

  3. MakasišŸ˜€ jd tau skrg ehehhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: