Minat minat minat and I chose FKK!

Ini kenapa milih tournya ke rumah sakit? aku pinginnya ke industri gerutu dalam hati. tapi karena semuanya milih rumah sakit yaudah dipendem aja.

ternyata waktu hari H-nya ke Asan Medical Center. WOW! dijelasin tentang bagaimana apoteker di sana yang profesional dan pembagian kerja yang yahud! lanjut setelah itu ke salah satu apotek di kota Seoul. dan gilanya di belakang apotek kecil mungil itu ada tempat parkir mobil yang susun2. semakin takjub.

Di satu apotek bahkan ada 18 apoteker! dimana mereka langsung duduk ngadepin pasiennya.

But still, walau sehebat apapun kerennya waktu itu tetap pingin ke industri farmasinya korea.

sebenarnya udah lama pingin nulis ini, tapi karena (sok) sibuk jadi males haha

Oia bagi pembaca2 yg ntah kenapa kesasar di blog ini akan kujelasin dulu.

Di farmasi UGM, kami dari semester 1 – 3 dapet matakuliah yang sama. Ya mata kuliah farmasi kaya umumnya sih : farmasi fisik, biologi sel, anatomofisiologi, kimia organik, kimia analisis, biokimia, biologi molekuler, kromatografi, farmakologi dll.

Setelah itu pada semester 4 kami dilakukan-‘penjurus’-an atau lebih tepatnya peminatan menjadi 3 minat:

1. Farmasi Sains dan Industri (FSI)

2. Farmasi Komunitas dan Klinik (FKK)

3. Farmasi Bahan Alam (FBA)

back to the story, dari sejak daftar sampe semester 3 minatku hanya 1 : FSI. Aku suka kimor, kromato tapi g suka analisis hha ^^v tapi bukan itu sih yang bikin berubah pikiran.

Pernah waktu lomba debat nasional kefarmasian ketemu dari grup lain (aku lupa univ mana). Kita dapet mosi kalo g salah tentang apoteker gaji minimal 1 juta. Kelompok kami dapet g setuju, sementara kelompok mereka setuju. 1 pertanyaan nyelekit dari mereka, “Anda sendiri sudah lama2 kuliah, susah2 kuliah ngapalin banyak, biaya banyak, apa rela digaji sedikit??”

terkesan lebay memang tapi karena itu emang bener (pake past tense). tujuanku dulu pingin masuk minat itu hanya karena terkesan prestise, gaji (katanya) besar, dll.

dan akhirnya jadi bimbang. apa harus mengikuti kemauan itu atau kata hati. tapi ah masih beberapa bulan lagi, pikirku waktu itu.

Hingga ada 1 momen yang merubah sudut pandang dan tujuanku🙂

Singkat cerita di suatu hari kamis saat sedang beli sarung tangan di apotek -sebut saja- X untuk praktikum mikrobiologi. Saat itu kondisi apotek cukup rame, tp sayangnya hanya ada 2 penjaga apoteker (AA mungkin). yang 1 mondar-mandir ngelayani pasien sekitar 7 orang, sedang satunya sedang bicara sama sales ya mungkin? g ngerti juga karena sambil bawa2 buku dan duit hha

Setelah ngantri, akhirnya dapet juga sarung tangannya. Trus saat nunggu kembalian, aku liat ada nenek-nenek sama cucunya. Si cucunya nangis ntah kenapa dan neneknya terlihat bingung. Akhirnya aku ajak ngobrol (g ada maksud buruk kok hhe) sang neneknya. Menurut beliau cucunya sedang batuk dan kadang sesak napas. Biasanya dikasih obat berwarna biru oleh ibunya, tp karena ibunya sedang kerja jadinya g ngerti obat apa yang diberi.

Jeng jeng jeng akhirnya waktu mbaknya lewat aku panggil, dan neneknya crita tentang obat warna biru itu. Dikasihlah berbagai jenis obat dengan kemasan biru. Tetap aja neneknya g tau dan cucunya nangis juga g inget obatnya. Yaudah tak bantuin milihin liat2 komposisi obatnya. dan parahnya g ada yg kenal ama obat disitu =____________=”

waktu itu setauku yang batuk paling dextro buat antitusif, golongan succus buat expectoran, sesek aminofilin dan di komposisi2 obat2 tersebut ndak ada. glek

Akhirnya buka satu2 kemasan obat baca leaflet di dalemnya baru akhirnya nemu 1 obat dengan label untuk anak2 dengan leaflet yang penjelasannya lengkap.

Setelah pasien lainnya dilayani baru deh mbaknya dateng ke tempat kita dan bertanya, “Mau obat apa?” -___________- udah telat banget.

Kemudian setelah mbahnya bayar, aku pamit segera brangkat ke kampus dan masih mikir tentang kejadian tadi.

Mungkin critanya kacau atau geje ya hhe. tp bagi aku yg ngalamin sendiri sih jadi merasa aku belum ngerti apa-apa dan g bisa nolong. padahal nantinya dengan menyandang gelar apoteker orang g akan tanya kamu dari minat apa😦

Setelah tanya2 ke kakak angkatan, ke teman2, dan minta ijin ke ortu (karena sejak masuk saya sudah bertekad masuk FSI) serta istikharah juga.

Bekal cerita dan pengalaman didapat, ijin dikantongi akhirnya waktu kuliah umum, di lembar yang dibagikan untuk peminatan dengan mantap nulis 1 huruf F dan 2 huruf K.🙂

dan Alhamdulillah saya g menyesali pilihan saya untuk bergabung di kelas FKK 09

Daan saya jadi tidak menyesali keputusan ngikut teman2 ke Asan Medical Center (^ v ^)/

ternyata memang Allah SWT memang tau yg terbaik bagi hamba-Nya. walaupun waktu itu saya sedikit menyesal dalam hati karena g ke industri, tapi sekarang dengan masuknya saya di fkk ada keinginan misalnya saya di rumah sakit nanti pingin mengimplementasikan sesuai yang saya dapet di sana serta kalo buka apotek bakal sesuai apotek yang kami desain, Pharmville!

(desain lomba ideal pharmacy kami di seoul)

some pics

Asan Medical Center

apt di amc lg bikin sediaan steril

bungkus2 obat

di AMC, distribusi obat benar benar teratur dan bikin tercengang. setiap resep yang masuk melalui komputer ke ruang ini, dalam 15 menit pasti obatnya sudah siap! kecuali resep Cito! bahkan < 5 menit!

Nantinya di masing2 apotek di masing2 bagian ada box2 bertuliskan nama pasien dimana di dalamnya ada riwayat penggunaan obat dan obat yang akan digunakan di hari itu. jadi kalo ada error tinggal ngecek di sana.

Mungkin posting ini agak geje ya, but just wanna show you guys to follow ur heart. ur decision is made by urself, for ur future and u cant do the best if u dont follow ur own path🙂

Bukan IP yang menentukan diri anda, bukan prestis yang menentukan pilihan anda, tapi dirimu sendirilah yang menentukannya. ^^

About denikrisna

An ordinary boy. a future pharmacist

Posted on Mei 6, 2011, in Lika Liku Mahasiswa (LLM). Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. huwoo.. nice share😀 *bisa jd bahan pertimbangan

  2. pilihlah dengan hati bukan gengsi
    pilihlah sesuai keinginan bukan paksaan

    -lagi sakit-

  3. hhmmm..
    saya juga pilihannya mau ke sains..
    (Farmasi angkt 2010 Universitas Sumatera Utara..)
    tapiii setelah baca ini jadiii…
    gimana yaa..
    seperti ingin ubah fikiran…
    hehehe..
    makasih ya mas atas pencerahannya (lah..??)
    masih semester 3, jadi masih ada waktu untuk berfikir..
    (di USU pemilihan konsentrasi d semester 5)
    saya suka blognya mas..
    ^_^

  4. kalimat terakhir jadi pemacu buat belajar lebih fokus dan giat lagi.. :’)
    *abis.galauin.nilai* :”(

  5. Salam Kak, mungkin agak basi ya baru komen sekarang hehe. Mau tanya dong, kakak dari farmasi UGM ya? Sekarang masih kuliah atau sdh kerja kak? Kalau peluang kerjanya FKK itu nantinya bisa dimana aja sih kak? Terus kakak ke korea itu dalam rangka apa? Maaf banyak tanya, tapi mdh2an dijawab soalnya saya skrg masuk farmasi dan pengen tau bgt pengalaman kakak-kakak yang sdh duluan kuliah di bidang ini hehe makasih sebelumnya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: