Farmakokinetika: Model 2 Kompartemen terbuka IV

Tanpa terasa besok UAS! Karena besok pertama Farkin yuk bahas dulu ^^b

Dari judulnya udah keliatan yang dibahas itu model 2 kompartemen. Trus bedanya apa ama yang dulu (1 kompartemen)?

Pada model 1 kompartemen, obat menganggap tubuh seperti 1 ruang yang sama dimana obat secara cepat terdistribusi ke semua jaringan

Pada model 2 kompartemen, obat menganggap tubuh seperti 2 bagian:

  • Kompartemen sentral: organ2 dimana perfusi darahnya cepat (misalnya hati, ginjal)
  • Kompartemen perifer: organ2 dimana perfusi darahnya lambat (misalnya otot, lemak)

Nah dari ringkasan di atas kita tahu bahwa pada model 2 kompartemen karena dia ada 2 kompartemen dia butuh suatu proses “distribusi”. Proses yang tidak terlalu nampak pada model 1 kompartemen.

Gambar a merupakan model 1 kompartemen sedangkan gambar b adalah model 2 kompartemen. (Jambhekar dan Breen, 2009)

Perbedaan model 1 dan 2 kompartemen

Asumsi untuk model dua kompartemen pemberian IV:

  • Proses distribusi dan eliminasi mengikuti orde pertama
  • Obat tereliminasi dari kompartemen sentral

Data Darah

Pada pemberian obat secara IV, kurva yang diplotkan pada kertas semilog akan memiliki 2 fase. (liat gambar sebelumnya).

  • Fase alfa = Fase distribusi
  • Fase beta = Fase post distribusi = Fase Eliminasi

Perhitungan Data

Pada perhitungannya metode yang umum (dan gampang) digunakan adalah metode residual. Langkah-langkahnya hampir sama kaya metode residual pada 1 kompartemen EV. Hanya saja kadar residual kali ini adalah kadar residual dari fase distribusi bukan absorpsi.

Diketahui

Dosis : 100 mg

Ditanya

Parameter Farmakokinetiknya

Langkah-langkah perhitungan

1. Plot waktu (x) vs log Kadar (y)

Kenapa harus digambar dulu? Dengan tau bentuk kurvanya kita bisa menentukan mana yang termasuk fase distribusi dan mana yang termasuk fase eliminasi.

2. Regresi titik-titik yang termasuk fase eliminasi

Dari grafik, kita tau fase eliminasi dimulai dari waktu 4 jam. Jadi regresi t 4 jam – 16 jam

Regresi : t vs ln Cp

a = 2,7135

b = -0,2106

r  = -0,999


y = bx + a

ln Cp = βt + B

ln Cp = -0,2106t + 2,7135

Sehingga

B = antiln a = 15,083

β = b = 0,2106 /jam

3. Cari Kadar ekstrapolasi pada fase distribusi (Cp’)

Caranya masukkan waktu (t) pada fase distribusi ke persamaan regresi yang didapat pada fase eliminasi

Fase distribusi dari grafik didapat pada t

tapi inget yang didapat masih berupa lnCp!  jadi harus di antiln

t0,25 = -0,261(0,25) + 2,7135 = 2,64825

Jadi Cp’  0,25 = antiln 2,64825 = 14,129 μg/ml

t0,5 = -0,261 (0,5) + 2,7135 = 2,583

Jadi Cp’ 0,5 = antiln 2.583 = 13,2368 μg/ml

t1 = -0,261 (1) + 2,7135 = 2,4525

Jadi Cp’ 1 = antiln 2,4525 = 11,6174 μg/ml

t1,5 = -0,261 (1,5) + 2,7135 = 2,322

Jadi Cp’ 1,5 = antiln 2,322 = 10,196 μg/ml

t2 = -0,261 (2) + 2,7135 = 2,1915

Jadi Cp’ 2 = antiln 2,71915 = 8,9486 μg/ml

4. Cari Kadar Residual (Cr = Cp – Cp’)

yang ini beda sama yang di 1 kompartemen Ekstra vaskular. Pada kasus di Ekstra vaskuler, kadar residual yang berada di antara kedua garis tersebut Cr = Cp’ – Cp. Kenapa? Karena ekstrapolasi fase eliminasi ada di atas garis fase absorpsi.

Berbeda dengan kali ini. Kalo liat di grafik, kan yang di ekstrapolasi fase eliminasi. Tapi hasil ekstrapolasinya ada di bawah fase distribusi. Karenanya kadar residual yang berada di antaranya menjadi Cr = Cp = Cp’

Jadi biar g bingung liat kurva aja. Yang di ekstrapolasi ada di atas / di bawah🙂

Kadar Residual :

t 0,25 = 43 – 14.129 = 28.871 μg/ml

t 0,5 = 32 – 13.2368 = 18.7632 μg/ml

t 1 = 20 – 11,6174 = 8.3826 μg/ml

t 1,5 = 14 – 10,196 = 3.806 μg/ml

t 2 = 11 – 8,9486 = 2.0514 μg/ml

5. Regresi linier t vs ln Cr

a = 3.6958

b = -1.5244

r  = -0.99845

A = antiln a = 40.2795

α = b = 1.5244 /jam

NB: hasil perhitungan saya agak berbeda dengan di shargel terutama di fase distribusi karena beda pembulatan aja.

Parameter Farmakokinetika

  • t 1/2 α = 0.693 / α = 0.693/1.5244 = 0.4546/jam
  • t 1/2 β = 0.693 / β = 0.693/0.2106 = 3.2905/jam
  • AUC = (A/α) + (B/β) = (40.2795/1.5244) + (15.083/0.2106) = 98.0424 jam μg/ml
  • Co = A + B = 40.2795 + 15.083 = 55.3625 μg/ml
  • V1 = Div/Co = 100/55.3625 = 1.8063 L
  • K12 = ((A.B(β-α)2) / ((A+B)(Aβ+Bα) = 0.6018/jam
  • K21 = (Aβ+Bα)/A+B  = 0.2771/jam
  • Vβ = Varea = F.Div/β.AUC = 4.8431 L
  • V2 = V1 x (K12/K21) = 3.9229 L
  • Vss = ((K12 + K21)/K21) x V1) = 5.7292 L
  • Cl = Div/AUC = 1.01997 jam/L

Kalo ada yg itungannya beda jauh bilang ya. mata sakit liat angka sebanyak ini ==”

Amount in the body

Misal: berapa jumlah obat yang tersisa 18 jam kemudian?

1. Masukkan t ke persamaan regresi linier fase eliminasi

Ln Cp (18) = -0.2106(18) + 2.7135 = -1.0773

Cp (18) = antiln -1.0773 = 0.3405 μg/ml

2.  Cari Ab 

Ab = Vβ x CP(18)

Ab = 4.8341 x 0.3405 = 1.646  mg

About denikrisna

An ordinary boy. a future pharmacist

Posted on Juni 12, 2011, in Farmakokinetika. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. makasii ..ini cukup membantu saya tuk menghadapi uts😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: