KKL FKK UGM 2009

Kalo di farmasi UGM salah satu tanda kalo kita udah semester akhir S1 ada ritual tahunan: KKL. Semacam kunjungan ke industri, rumah sakit, atau tempat tempat yang ada hubungannya dengan kefarmasian tergantung kelas & jurusannya.

Sebagai penghuni Farmasi Klinik Komunitas (FKK) yang disiapkan jadi clinical pharmacist kunjungan yang harus ada ya ke rumah sakit. Setelah persiapan kurang lebih satu tahun, termasuk nabung tiap bulan, akhirnya ditetapkan tujuan kita kali ini diadakan pada tanggal 29 Januari – 2 Februari 2013 ke empat tempat:

1. RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo (Purwokerto)

2. PT. Kimia Farma (Jakarta)

3. PT. Martina Berto Sari Ayu (Jakarta)

4. PT. Amerta Indah Otsuka (Sukabumi)

Persiapan

Persiapan dimulai dengan pembentukan panitia yang akhirnya dinahkodai bapak ketua Romdlon & co capt ibu Dila. Lanjut tiap bulan kita nabung dana KKL ke bendahara masing-masing golongan yang notabene gak segan-segan sms ngingetin bayar apalagi tante bendahara Singgih yang pada akhirnya mempublikasikan hasil tabungan tiap orang ouch.

Selain itu ada fund raising jualan snack macam pisang goreng, cimol, jajan jajan pasar, nasi kuning, aq*ua, dll. Bahkan sampe ada promo jualan dari bapak Khanif di grup FB :

promo jualan gol. 3

Berangkat!

Akhirnya tanggal 29 Januari 2013 yang ditunggu-tunggu telah tibat! Mahasiswa/i FKK yang ceria & energik akhirnya berangkat KKL setelah teman2 Farmasi Sains Industri (FSI) & Farmasi Bahan Alam (FBA) berangkat sehari sebelumnya. Jam 6 pagi kumpul di kampus dan jam 7 pagi berangkat kita siap melewati ratusan kilometer demi ilmu baru hahaha

berangkat!

Baru sampe daerah Gombong kita sudah kehilangan salah satu pejuang karena tak kuat menghadapi morning sickness eh salah motion sickness. Tapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat kita ke-66 pejuang tangguh! hahaha

RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo (Purwokerto)

Setelah perjalanan kurang lebih 6 jam, akhirnya sampailah kita di tujuan pertama: Purwokerto.

Di sini kita dapet penjelasan dari Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) pak Budi yang alumni farmasi UGM tentang rumah sakit ini & peranan apoteker di sana. Rumah sakit ini sendiri masih tergolong RS tipe B pendidikan yang sedang dalam proses jadi RS tipe A pendidikan. Ada beberapa hal menarik yang bikin aku kagum dari sini:

1. Tiap apoteker baru di sana dapet tugas harus bikin 1 program baru! Misalnya adanya farmasis di ICU

2. Dengan tenaga apoteker yang hanya 10 orang yang tersebar di instalasi rawat jalan, rawat inap, ICU, handling sitostatika dll, rumah sakit ini udah nerapin unit dose dispensing (UDD) buat pasien rawat inap. Jadi pasien nerima obat sesuai dengan waktu minum obatnya.

Kemaren emang gak sempat liat prosesnya gimana soalnya udah sore kita ke sananya. Tapi berdasarkan pengalaman dulu pas liat praktek UDD di Asan Medical Center (Korea) apoteker nyiapin obat ke masing-masing kotak yang bertuliskan label nama pasiennya. Trus obat itu diberikan ke pasien sesuai waktu minum obatnya. Kalo pasiennya 10 orang mending nah ini kata salah satu apoteker di RS Margono dalam satu hari biasanya nerima sekitar 500 resep! Belom lagi tiap resep di screening satu satu buat ngeliat DRP (Drug related problem) dll. Sayang kemaren lupa nanya di sana peresepannya pake komputer apa nggak. Kalo misal manual aku salut banget karena yang pake komputer di korea dulu aja udah keliatan sibuk banget

3. Adanya visite apoteker, tapi karena jumlah apoteker yang terbatas ditambah pekerjaan yang banyak & pasien yang nggak sedikit maka visite di sini dibuat skala prioritas misal buat pasien multi DRP.

4. Inisiatif apoteker dalam bikin sosialisasi perubahan regimen dose buat pasien DM selama bulan puasa. Jadi gak sedikit pasien DM yang ingin puasa tapi takut minum obat DM karena bisa bikin hipoglikemik. Nah apoteker di sana bikin sosialisasi tentang perubahan regimen dose penggunaan obat DM supaya pasien bisa tetap puasa dengan tenangšŸ˜€

5. Etiket di sini beda ama biasanya. Kalo biasanya etiket obat cuma “3 x 1” mereka etiketnya ada jamnya jadi pasiennya jelas mau minum jam berapa aja. Jadi formatnya kurang lebih kaya gini:

Pagi : jam…

Siang : jam…

Sore : jam…

Malam : jam…

Catatan khusus dari apoteker

Secara gak langsung pasien jadi patuh minum obat, kadar obat dalam darah jg g fluktuatif. Cool!šŸ˜€

Setelah dengerin penjelasan, kita juga dapet kesempatan buat liat gudang penyimpanan farmasi yang selama ini cuma ada gambarnya di mata kuliah manajemen farmasi RS. Jadi ngliat langsung gimana cara nata kardus kardus obat, peralatan kesehatan, obat obat pada suhu ruangan, suhu dingin, sampe obat-obat yang ditanggung ASKES & umum. Lanjut ngeliat salah satu satelit farmasi yang ngelayanin pasien rawat jalan.

Satu hal yang dapat diambil hikmahnya dari sini adalah apoteker jangan pernah lelah berjuang karena tujuan utama kita adalah untuk keselamatan pasien.

Walau jika dibandingkan dengan sistem di luar negeri masih kalah tapi jangan buat hal itu sebagai pembatas tapi sebagai pemacu kita mengejar mereka walau artinya kita harus bekerja kerasšŸ™‚

Purwokerto – Jakarta

Sekitar jam 4 sore kita kembali duduk di atas bis meluncur ke Jakarta.

Sesampainya di daerah Tasik terjadilah adegan termehek mehek non rekayasa dimana Jamen bertemu dengan Yunus adiknya. Suasana haru tak terasa sama sekali.. jam 12 bis berenti sebentar di pom bensin di Nagreg memperbaiki spion (kata Eko).

Daaan jam 2 dini hari kita nyampe di depan pagar halaman masjid Istiqlal yang masih tutup. Apa yang kita lakuin di sana? Mandi, sholat shubuh & sarapan + foto-foto. Seru!

PT. Kimia Farma (Jakarta)

Jam 9 kita meluncur ke PT Kimia Farma yang letaknya deket dari Masjid Istiqlal. Karena kita FKK jadi kita bukan ke pabriknya.

Di sini Alhamdulillah dapet banyak penjelasan tentang Kimia Farma itu sendiri sampe peranan apoteker di sana. PT. Kimia Farma sendiri dibagi 2: PT. Kimia Farma Apotek dan PT. Kimia Farma Trading & Distribution trus sifatnya terbuka yang artinya sahamnya ada yang dimiliki publik makanya namanya PT. Kimia Farma Tbk.

Salah satu hal yang dapat diambil hikmahnya di sini adalahapoteker lulusan FKK itu gak cuma dibutuhin duduk manis di apotek tapi bisa di bidang-bidang lainnya misalnya marketing.

Selesai penjelasan kita dibagi 3 kelompok buat dibagi kunjungan ke 3 apotek kimia farma. Aku kebagian ke apotek kimia farma menteng huis.

Akhirnya terjawab kenapa selama ini tiap ke kimia farma selain ada apotek juga ada lab & praktek dokter. Karena mereka mengusung konsep one stop health service dimana di satu tempat kita bisa dapet layanan kesehatan yang lengkap mulai dari adanya praktek dokter/dokter gigi, kalo perlu cek lab di sana udah ada lab klinik, trus kalo beli obat di sana ada swalayan farmasi.

Ngomong ngomong swalayan farmasi itu maksudnya pasien bisa milih sendiri obat/suplemen/barang yang dia pingin. Selain di Kimia Farma konsep ini juga bisa ditemui di apotek-apotek yang ada di pusat-pusat perbelanjaan. Yang dijual gak melulu obat atau suplemen, tapi juga ada kosmetik,Ā  herbal, peralatan kesehatan dll. Kalo di luar pernah liat konsep semacam ini di KLCC, Malaysia. Kalo di Korea apotek yang kukunjungi & liat di jalan belom pake konsep ini.

PT. Martina Berto (Jakarta)

Kunjungan selanjutnya kita menuju PT. Martina Berto yang produksi produk produk Martha Tilaar. Di sini kita dapet penjelasan singkat tentang Sari Ayu sendiri, factory tour ngeliat-liat produksi kosmetik di sana kaya lipstik, & dapet majalah kecantikan + voucher kosmetik yang tentu saja direbut cewek-cewek -,-

Hikmah yang bisa diambil dari cerita pendiri Martha Tilaar yaitu bisa melihat peluang & kerja keras terus menerus karena kesuksesan yang beliau dapatkan tidak didapatkan secara instan.

Trans 7 (Bukan Empat Mata)

Masuk TV coy!

Malemnya kita shooting jadi penonton di acara “Bukan Empat Mata” di Trans 7. Selain kita yang jadi penonton ada juga teman2 dari UNS, Universitas Gorontalo & Universitas Udayana. Seru juga malem itu bintang tamunya ada Tamara Blezinski yang lagi promosi film Air Terjun Pengantin Phuket dan doi (apa harus pake kata beliau) pake jaket almamater UGM wow

studio trans tv

Puncak KKL (Gelanggang Samudra & Dufan!)

31 Januari hari dimana kita seharian bebas main main di Jekardah!

Tujuan pertama ke Gelanggang Samudra Ancol ngeliat lumba-lumba yang bisa goyang itik diiringi lagu Ayu Ting-Ting

lumba-lumba gotik

Tujuan selanjutnya Dufan! Gak usah diceritain ngapain aja karena banyak & g inget hahaha. Overall it was a super fantastic dayšŸ˜€

Tuker Kado & KKL Award

Sebelum berangkat KKL kita diminta bawa kado senilai 10rb dibungkus kertas hvs putih, trus tanggal 1 Februari pagi dikumpulin di meja makan. Di sana kita ngambil 1 kado lain tapi g boleh liat.

Bagi yang beruntung bisa dapet gantungan keren, UNO, & boneka. Bagi yang kurang beruntung seperti mbak Bernadine mendapatkan sandal jepit swallow buahahaha.

Lanjut acara selanjutnya KKL Award dimana kita hari sebelumnya dikasih kertas buat milih pemenang kategori: Teralay, Tergalau, Terkepo & Terganteng. Saya tau teman2 pembaca blog ini sama shock-nya seperti saya karena aku masuk salah satu nominasi teralay padahal gueh gak alay! :”(

Dan akhirnya selamat bagi icul (terganteng), jamen (terkepo), haninun (tergalau) & singgih (teralay).

Eits ternyata masih ada 2 lagi kategori rahasia: King & Queen of FKK dan jeng jeng jeng (backsound detective conan) aku jadi King of FKK! HAHAHA. Terima kasih buat semua pendukungku selama ini, insya Allah saya akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya :”)

Special award buat Bapak Khanif yang selama kita di FKK ngopiin materi kuliah & jadi ketua kelas abadi sampe profesišŸ˜€

PT. Amerta Indah Otsuka (Sukabumi)

heavy rotation dance competition

kunjungan terakhir ke pabrik Amerta Indah Otsuka di Sukabumi. Jadi kalo selama ini kita taunya Otsuka itu produsen infus, kalo pabrik yang ini dia yang produksi Pocari Sweat & Soyjoy.

Di sini kita jadi tau awal mula terciptanya produk pocari sweat, susahnya pengembangan produknya, pemasarannya hingga terkenal seperti sekarang. Selain itu kita juga bisa ngeliat proses produksinya yang dalam 1 menit bisa ngehasilin 600 botol.

Lumayan kita masuk dapet 1 botol produk pocari sweat pulang-pulang bawa goodie bag isinya 4 botol lagi hahaha.Ā Seru juga ada heavy rotation dance yang juara satunya si Jamsidi.

Pelajaran yang bisa dipetik dari kunjungan ini dalam nyiptain suatu produk baru itu gak gampang. Kita harus bisa ngeliat kesempatan & potensinya, tetep g menyerah dalam ngembangin produk, memasarkannya, dan kalo bisa jangan cuma memandang keuntungan dalam jarak dekat saja tapi prospek ke masa depannya juga seperti pak Otsuka.

Jadi berakhirlah KKL FKK UGM 2009. Tanggal 2 Februari 2013 jam 7 pagi kita sudah sampai lagi di kampus tercinta.

Walau cuma 5 hari tapi sungguh banyak ilmu yang aku dapet, memberikan gambaran mengenai masa depan dan semakin memantapkan pilihan.

Terima kasih FKK 2009! Tahun ini kita S.Farm bareng-bareng, tahun depan Apt. bareng-bareng dan sukses bersama di masa depan! Amien.

About denikrisna

An ordinary boy. a future pharmacist

Posted on Februari 3, 2013, in Lika Liku Mahasiswa (LLM). Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Kak, farmasi UGM ya? aku baca post sblm2nya disitu kakak ke korea ya? dlm rangka apa kak? gratis sbg bagian perkuliahan atau gmn? makasih.

    • maaf baru buka blog. iya dalam rangka asia pasific pharmaceutical symposium, acaranya mahasiswa farmasi se-Asia pasifik. Ada pendanaan dari fakultas tapi jg ada pake dana pribadi. maba farmasi ugm kah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: